Momen Toleransi, Saat Hari Raya Nyepi Berlangsung di Tengah Bulan Ramadan

hari raya nyepi 2026
Hari Raya Nyepi Tahu Baru Saka 1948 jatuh pada Hari Kamis, 19, Maret 2026 yang bertepatan dengan Bulan Ramadan. Foto: Indah Tri Sutanto - radarcirebon.id
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Hari Raya Nyepi Tahu Baru Saka 1948 jatuh pada Hari Kamis, 19, Maret 2026 yang bertepatan dengan Bulan Ramadan.

Bahkan, Hari Raya Nyepi hanya berselang 2 hari dari Hari Raya Idul Fitri yang dirayakan umat Islam diperkirakan jatuh pada, Sabtu, 21, Maret 2026.

Karena itu, Hari Raya Nyepi dan Ramadan di tahun ini, diharapkan dapat menjadi momentum toleransi antar umat beragama.

Baca Juga:Muhammadiyah Kabupaten Cirebon Siapkan 19 Lokasi Salat Id, Ini RinciannyaPersis Berharap Idul Fitri Tetap 21 Maret, Pemerintah Diminta Konsisten

Bagaimana masing-masing umar dapat saling menghormati pelaksanaan ibadah yang dilaksanakan di momen tersebut.

Sekretaris Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Wilayah III Cirebon, Ir I Dewa Made Budiana menjelaskan, secara umum rangkaian Hari Raya Nyepi tetap dilaksanakan Umat Hindu di Cirebon sebagaimana mestinya.

“Kami sudah melaksanakan Melasti. Biasanya di sumber-sumber air, atau pertemuan sungai dan laut atau di laut. Tapi tahun ini, kami pilih melaksanakan Melasti di Pura, tidak ke laut,” kata Budiana, kepada Radar Cirebon Network, Rabu, 18, Maret 2026.

Tujuan Melasti, kata dia, untuk penyucian peralatan-peralatan persembahyangan yang ada di pura.

Namun secara esensi adalah enyucikan diri kita, umat menyucikan diri umat itu sendiri menjelang Hari Suci Nyepi. Yang mana Hari Suci Nyepi itu bermakna sebagai pergantian Tahun Saka.

“Biasanya Melasti itu seminggu atau empat hari sebelum nyepi ya, biasanya dilakukan. Khususnya kita di rantauan menyesuaikan ya, bagaimana umat itu bisa berpartisipasi lebih maksimal. Biasanya ngambil hari Minggu,” tuturnya.

Rangkaian Hari Raya Nyepi, setelah Melasti adalah pengerupuk atau disebut juga tawur kesanga.

Baca Juga:Penyapu Koin di Jembatan Sewo Indramayu Dapat Kompensasi dari KDM, Rp50 Ribu per Hari, Selama 12 HariH-3 Puncak Arus Mudik, Jl By Pass Kota Cirebon Ramai Lancar

Tawur kesanga itu kan membayar ya, membayar artinya. Kesanga itu karena memang di momennya di bulan Sasi Kesanga.

“Nah itu tujuan filosofinya adalah penyucian untuk seimbangan alam semesta ini. Terkait juga nanti apa namanya, perayaan hari suci. Jadi pada tahun kesanga ini kita melakukan penyucian terhadap buana agung namanya, alam semesta ini,” jelasnya.

Sementara untuk Hari Raya Nyepi, umat melaksanakan di rumah masing-masing. Penyepian itu, terdiri empat pantangan yang tidak boleh dilakukan.

Yang pertama adalah amati geni, tidak menyalakan api. Artinya konsekuensinya tidak menyalakan api, banyak juga yang melakukan puasa.

0 Komentar