Persis Berharap Idul Fitri Tetap 21 Maret, Pemerintah Diminta Konsisten

lebaran 2026 tanggal berapa
Pemerintah diminta konsisten dalam penerapan Idul Fitri atau Lebaran 2026. Foto: Dok - radarcirebon.id
0 Komentar

Penetapan ini didasarkan pada pertimbangan bahwa pada tanggal 29 Ramadhan 1447 H atau 18 Maret 2026 versi KHGT, ijtimak belum terjadi. Ijtimak baru terjadi pada tanggal 30 Ramadhan versi KHGT.

Selain itu ada kriteria imkan rukyat Turki dengan tinggi 5° dan elongasi 8° belum terpenuhi di seluruh belahan bumi. Oleh karena itu, bulan Ramadhan digenapkan menjadi 30 hari.

Perbedaan ini tentu berpotensi menimbulkan perbincangan, bahkan perdebatan di kalangan umat Islam. Oleh karena itu, diperlukan toleransi di antara umat dalam menyikapi perbedaan penetapan Idul Fitri 1447 H. Tujuannya agar perbedaan itu tidak menimbulkan kegaduhan yang tidak diharapkan.

Baca Juga:Resmi Rilis Maret 2026 di Netflix, Live-Action One Piece Melanjutkan Arc Dari Musim SebelumnyaDestinasi Wisata Libur Lebaran di Majalengka, Simak Rekomendasi Berikut Ini

Terlepas dari adanya perbedaan tersebut, pihaknya mengharapkan Pemerintah tetap konsisten dengan kriteria Neo MABIMS. Selain itu juga berpedoman pada Peraturan Menteri Agama Nomor 1 Tahun 2026 tentang Sidang Itsbat.

Dalam peraturan itu menyatakan bahwa apabila kriteria imkanur rukyat tidak terpenuhi, maka bulan berjalan digenapkan menjadi 30 hari. Dengan demikian, apabila terdapat klaim rukyat hilal yang tidak memenuhi kriteria, maka klaim tersebut seharusnya tidak dapat diterima.

Karenanya, tambah Acep, mengacu pada kriteria Neo MABIMS dan ketentuan dalam Peraturan Menteri Agama tersebut, Pemerintah diharapkan menetapkan 1 Syawwal 1447 H. Atau bertepatan dengan hari Sabtu, 21 Maret 2026.

0 Komentar