RADARCIREBON.ID- Di tepi jalur Pantura, waktu berjalan berbeda bagi petugas lapangan. Saat arus mudik mulai bergerak, mereka justru semakin lama berdiri di jalan. Jam kerja bertambah. Hari libur hilang. Keluarga ditinggalkan sementara.
Di posko mudik Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cirebon, Jalan Brigjen Dharsono, tepat di depan kawasan Objek Wisata Goa Sunyaragi, aktivitas pengaturan lalu lintas berlangsung sejak pagi hingga malam. Petugas berjaga bergantian. Mengatur arus kendaraan. Membantu pemudik yang melintas.
Pada Senin siang (16/3/2026), suasana di sekitar posko terlihat sibuk. Deretan kendaraan mengalir dari arah Jakarta menuju jalur dalam kota maupun ke arah Jawa Tengah. Lalu lintas belum sepenuhnya padat, namun volume kendaraan terus meningkat.
Baca Juga:Petugas KAI Kini Sibuk di Jalur Mudik 2026, Ritme Kerja Berubah, Satu Shift Awasi 65 Kereta ApiBesok Mulai Puncak Mudik, Kapolda Jabar: Akan Diberlakukan Beberapa Rekayasa Lalin
Seorang petugas Dishub tampak berdiri di sisi jalan. Mengenakan rompi oranye terang dengan garis reflektif. Di tangannya, bendera merah-kuning digerakkan perlahan. Memberi isyarat kepada pengendara agar tetap berada di jalur yang telah diatur.
Di depannya, sebuah mobil berwarna abu-abu melambat. Di belakangnya, sepeda motor berjejer mengikuti arus. Kerucut lalu lintas berwarna oranye disusun rapi di sisi jalan. Membentuk batas sekaligus arah kendaraan.
Tak jauh dari situ, posko mudik berdiri sederhana. Spanduk ucapan selamat Hari Raya terpasang. Sejumlah petugas lain terlihat bersiaga. Memantau pergerakan kendaraan dari berbagai arah. Di titik itu, petugas tidak hanya mengatur lalu lintas. Mereka juga menjadi garda depan pelayanan bagi pemudik.
Petugas Dishub Kota Cirebon, Gambring Panarang, 49 tahun, mengatakan arus mudik di wilayah tersebut belum mencapai puncaknya. “Masih ramai lancar,” ujarnya kepada Radar Cirebon, Selasa (17/3/2026).
Menurutnya, pergerakan pemudik dari arah Jakarta masih bertahap. “Orang-orang masih berkemas. Biasanya setelah dapat THR baru berangkat mudik,” katanya.
Meski belum padat total, petugas tetap bekerja dengan pola siaga penuh. Setiap kendaraan yang melintas dipantau. Setiap potensi kepadatan diantisipasi sejak awal. Peran petugas di posko tidak hanya mengatur arus kendaraan. Mereka juga membantu pemudik yang membutuhkan informasi maupun pertolongan. Mulai dari menunjukkan arah jalur, hingga membantu saat kendaraan mengalami kendala. “Kalau butuh bantuan apa pun ya dibantu,” kata Gambring.
