Petugas Dishub Mulai Sibuk Atur Lalin di Jalur Mudik 2026

Petugas Dishub di Jalur Mudik 2026
TETAP SIAGA: Petugas Dishub Kota Cirebon, Gambring Panarang, sedang mengatur arus lalu lintas di Jalan Brigjen Dharsono, Kota Cirebon, Senin (16/3/2026). Foto: Ade Gustiana/Radar Cirebon
0 Komentar

Posko juga menjadi titik singgah bagi pemudik yang kelelahan. Petugas akan mengarahkan mereka ke rest area terdekat. Situasi itu menjadi bagian dari rutinitas setiap musim mudik. Pengendara yang menempuh perjalanan jauh membutuhkan waktu istirahat. Petugas menjadi pihak pertama yang berinteraksi langsung di lapangan.

Memasuki musim mudik, jam kerja petugas meningkat signifikan. Dalam satu hari, mereka bisa bekerja hingga 12 jam. Mulai pukul 08.00 hingga 20.00. “Kerja 12 jam. Dari jam 8 sampai jam 8 lagi,” ujar Gambring.

Sistem kerja dibagi dalam dua shift. Namun durasi yang panjang tetap menjadi tantangan. Waktu untuk keluarga menjadi terbatas. “Kalau keluarga mau belanja atau apa, susah. Nggak ada waktunya,” katanya.

Baca Juga:Petugas KAI Kini Sibuk di Jalur Mudik 2026, Ritme Kerja Berubah, Satu Shift Awasi 65 Kereta ApiBesok Mulai Puncak Mudik, Kapolda Jabar: Akan Diberlakukan Beberapa Rekayasa Lalin

Selain jam kerja, tantangan lain datang dari kondisi lalu lintas yang dinamis. Volume kendaraan bisa berubah dalam waktu singkat. Petugas harus sigap membaca situasi. Mengatur arus agar tetap lancar dan tidak terjadi penumpukan.

Di jalur Pantura, kendaraan dari berbagai daerah bertemu dalam satu jalur utama. Mobil pribadi, bus, hingga kendaraan logistik melintas tanpa henti. Petugas harus memastikan semua tetap berjalan tertib. Bendera digerakkan. Isyarat diberikan.

Semua dilakukan dengan cepat dan tepat. Di balik tugas itu, ada sisi lain yang dirasakan petugas. Yaitu meninggalkan keluarga di momen penting. Terutama menjelang Hari Raya Idulfitri. “Tuntutan keluarga itu yang paling berat,” terang Gambring.

Ia mengaku anak-anaknya kerap mempertanyakan kehadirannya. “Mereka bilang, ‘Kok bapak dinas terus, yang lain belanja, beli baju baru,’” katanya. Kalimat itu menjadi tekanan tersendiri. Namun tugas tetap harus dijalankan.

Selama musim mudik, petugas tetap bekerja hingga hari H Lebaran. Tidak ada kepastian libur. Jika jadwal dinas tetap berjalan, mereka harus hadir di lapangan. “Sampai hari H masih dilibatkan,” ujar Gambring. Bahkan setelah salat Id, tugas kembali menunggu. “Setelah salat, silaturahmi sebentar, habis itu dinas lagi,” katanya. Rutinitas itu terjadi setiap tahun. Tidak banyak perubahan.

Gambring telah bekerja di Dishub selama 39 tahun. Sebagian besar waktunya dihabiskan di lapangan. Termasuk saat momen mudik Lebaran. “Kadang di pos samping, kadang di induk. Muter,” ujarnya.

0 Komentar