CIREBON – Band asal Cirebon Timur, SP Band, menghadirkan karya religi terbaru berjudul “Terpeluk Sunyi” menjelang Idulfitri 1447 H. Lagu ini menonjolkan kreativitas dalam pengolahan aransemen serta kekuatan syair bernuansa taubat yang reflektif, sebagai ruang perenungan spiritual bagi pendengar di malam kemenangan.
Kolaborasi mereka bersama vokalis rock yang tengah naik daun, Bams D’Brug, menjadi warna tersendiri dalam single tersebut. Lagu ini dijadwalkan melakukan soft launching pada H-1 Lebaran, dengan harapan mampu menghadirkan ketenangan batin setelah perjalanan panjang menahan diri selama Ramadan.
Ditulis oleh Nana Hanavy, “Terpeluk Sunyi” tidak sekadar hadir sebagai lagu religi musiman. Liriknya menggambarkan pergulatan batin manusia yang kerap tertutup debu duniawi. Melalui metafora yang puitis, lagu ini mengisahkan perjalanan seorang hamba yang menemukan makna “pulang” justru dalam keheningan.
Baca Juga:Sekjen SMSI Makali Kumar Beri Motivasi Saat Buka Puasa Bersama Wartawan Junti Indramayu Baznas Majalengka Optimalkan ZIS dan DSKL Ramadan 1447 H Bersama UPZ Kecamatan
“Lirik ini lahir dari titik nadir kegelisahan, di mana saya menyadari bahwa kehilangan pun bisa menjadi rahmat jika itu menuntun kita kembali kepada-Nya,” ungkap Nana.
Proses kreatif lagu ini berlangsung melalui estafet ide antar personel. Jay Q selaku keyboardist menerima materi awal dari Nana, lalu mengembangkannya bersama Adi dengan pendekatan musikal yang lebih dinamis. Mereka sepakat menghadirkan komposisi yang tidak hanya kuat secara musikal, tetapi juga mampu menyayat sisi emosional pendengar.
Pilihan menggandeng Bams pun dinilai tepat. Teknik vokal eksploratif yang dimilikinya dianggap mampu menerjemahkan syair kontemplatif dengan penuh penghayatan. Proses take vocal dilakukan maraton dalam satu malam dan berjalan lancar.
Produksi lagu digarap serius di Sintesis Production, studio milik Jito, gitaris SP Band yang juga dikenal dengan karakter permainan lead guitar yang kuat. Ia kembali dipercaya sebagai operator produksi sekaligus pengisi lead guitar, setelah sebelumnya terlibat dalam produksi lagu religi “Munajat Ramadan” pada 2021.
Momen paling berkesan terjadi di pertengahan Ramadan, ketika seluruh tim menyelesaikan proses produksi dari waktu Asar hingga sahur. Mereka menyebutnya sebagai “ibadah kreatif”, karena setiap detail lagu dirancang untuk menyampaikan pesan spiritual secara utuh.
