RADARCIREBON.ID – Dalam bahasa Sunda terdapat istilah paribasa dan babasan, keduanya terkesan mirip namun sebenarnya berbeda. Lalu, apa perbedaan paribasa dan babasan Sunda?
Simaklah penjelasan berikut ini!
Indonesia merupakan negara yang terdiri dari banyak suku dan ras. Hal ini menyebabkan Indonesia memiliki banyak bahasa daerah yang menjadi khas setiap sukunya.
Terdapat banyak istilah dan variasi pada setiap bahasa daerah di Indonesia, termasuk paribasa dan babasan dalam bahasa Sunda.
Baca Juga:Starcamp Glamping Ipukan dan Green Hill Glamping: Tempat Glamping di Palutungan, Kuningan yang Rekomended!The Great Asia Africa Lembang, Bandung: Lokasi, Jam Buka dan Aktivitas Seru di Dalamnya
Paribasa dan babasan Sunda merupakan bagian dari variasi bahasa Sunda yang perlu dilestarikan penggunaannya.
Hingga saat ini, paribasa dan babasan Sunda masih sering digunakan saat berkomunikasi sehari-hari.
Paribasa dan babasan Sunda umumnya berfungsi sebagai frasa atau kalimat yang mengungkapkan makna yang tidak langsung dengan menggunakan kiasan.
Oleh karena itu, banyak orang yang menganggap bahwa paribasa dan babasan Sunda adalah istilah yang sama. Padahal, keduanya memiliki perbedaan yang cukup signifikan.
Perbedaan paribasa dan babasan Sunda akan kamu ketahui setelah memahami makna serta contoh dari keduanya.
1. Paribasa Sunda
Paribasa dalam bahasa Sunda adalah susunan kata yang membentuk satu kalimat kiasan untuk menyatakan suatu makna tersirat.
Paribasa digunakan untuk mengungkapkan kelakuan, perbuatan maupun keadaan seseorang.
Paribasa Sunda merupakan kalimat yang sudah tetap susunannya dan menjadi petuah dari nenek moyang sebagai pengalaman hidupnya.
Baca Juga:Dapat Mempercepat Laju Pertumbuhannya, Inilah 5 Pakan Ikan Guppy yang Cocok Dijadikan AlternatifCara Pemberian Ikan Guppy untuk Murai, Ketahui Juga Kandungan dan Manfaatnya!
Paribasa Sunda biasanya mengandung arti perbandingan atau perumpamaan tindakan manusia. Berikut beberapa contoh paribasa Sunda beserta artinya.
· Benda sesampiran nyawa gegaduhan. Artinya harta dan nyawa manusia adalah titipan Tuhan dan manusia harus ikhlas apabila hal itu suatu saat diambil.
· Mun kiruh ti girang komo ka hilirna. Artinya jika seorang pemimpin tidak baik, maka rakyatnya akan jauh tidak baik lagi.
· Asa ditonjok congcot nyaeta meunang kabugah anu teu diarep-arep. Artinya mendapatkan kebahagiaan besar yang tidak disangka-sangka.
· Bengkung ngariung, bongkok ngaronyok. Artinya tidak apa-apa memiliki kehidupan yang sulit asalkan tetap bersama keluarga tercinta.
2. Babasan Sunda
Babasan Sunda adalah frasa yang biasanya terdiri dari dua kata kiasan yang memiliki makna tersembunyi yang berbeda dari makna secara harfiahnya.
