Serupa Namun Tak Sama, Inilah Perbedaan Paribasa dan Babasan dalam Bahasa Sunda

Paribasa dan babasan Sunda
Perbedaan paribasa dan babasan dalam bahasa Sunda. Foto: gramedia.com - radarcirebon.id
0 Komentar

Babasan Sunda menjadi istilah yang sering digunakan orang asli Sunda saat berkomunikasi. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan keadaan, perilaku dan tingkah seseorang.

Babasan Sunda seringkali berisi ungkapan tentang hal yang harus maupun tidak dilakukan oleh seseorang. Berikut ini beberapa contoh dari babasan Sunda beserta artinya.

· Jajag waringkas. Artinya seseorang yang memiliki tubuh bugar dan sehat.

Baca Juga:Starcamp Glamping Ipukan dan Green Hill Glamping: Tempat Glamping di Palutungan, Kuningan yang Rekomended!The Great Asia Africa Lembang, Bandung: Lokasi, Jam Buka dan Aktivitas Seru di Dalamnya

· Euweuh siruaneunana. Artinya seseorang yang tidak memiliki sifat baik untuk ditiru.

· Ipis biwir. Artinya seseorang yang mudah menangis atau cengeng.

· Indit sirib. Artinya berangkat bersama-sama sekeluarga.

Itulah penjelasan tentang apa itu paribasa dan babasan Sunda.

Paribasa memiliki susunan kata yang lebih banyak dan membentuk satu kalimat utuh.

Sedangkan babasan Sunda susunan katanya lebih sedikit dan biasanya hanya terdiri dari dua kata.

Sekarang kamu sudah paham kan perbedaan paribasa dan babasan Sunda? (Riska Maulidia)

0 Komentar