RADARCIREBON.ID – Ini hanya peringatan saat arus balik Lebaran 2026. Tapi bila tidak diantisipasi bisa menjadi kacau. Atau setidaknya bisa membuat para pengguna jalan tidak nyaman.
Soal apa itu? Ini soal banyaknya orang yang mudik Lebaran 2026. Setidaknya ada lebih dari 10 juta orang mudik. Jumlah yang sebesar itu bisa menjadi ancaman bagi arus balik Lebaran 2026. Bahkan bisa berpotensi kacau.
Ada data dari Kementerian Perhubungan menyebutkan terjadi lonjakan besar saat mudik lalu. Lonjakan itu terjadi di semua moda transportasi. Bahkan dalam sehari pada H-1, ada hampir 1 juta orang melakukan perjalanan.
Baca Juga:Lalu Lintas Tol Cipali Hari Ini, Ada Beberapa Perlambatan Arah CirebonTol Layang MBZ Paling Horor, Tak Siap Hadapi Mudik
Yang perlu diwaspadai, kepadatan tidak hanya terjadi di transportasi umum, tapi juga di jalan raya. Total pergerakan kendaraan di Jabodetabek tembus ratusan ribu unit yang pulang kampung. Kendaraan-kendaraan itu bukan hanya tol, jalur arteri dipadati hingga hampir 500 ribu kendaraan.
Bisa diakui jika tingkat ketepatan waktu kereta dan kapal cukup tinggi. Namun, transportasi lain seperti penyeberangan dan darat masih mencatat angka yang belum optimal.
Angkutan darat inilah yang bisa menjadi pemicu keterlambatan massal saat arus balik. Wajar jika pemerintah mengingatkan agar jangan pulang di puncak arus balik. Diperkirakan pada 24 Maret 2026 (H+3) jadi momen puncak arus balik.
Masyarakat yang masih di kampung halaman diminta mengatur jadwal perjalanan. Juga menjaga kondisi tubuh, dan tidak memaksakan diri. Sebab, perjalanan balik bisa menjadi pengalaman paling melelahkan.
Memang, mudik Lebaran 2026 benar-benar di luar dugaan. Kementerian Perhubungan mencatat lebih dari 10 juta orang sudah melakukan perjalanan pulang kampung hanya dalam waktu H-8 hingga H-1.
Angka ini melonjak tajam hingga 9,23 persen dibanding tahun lalu. Hal ini menandakan euforia mudik tahun ini jauh lebih besar.
Yang mengagetkan, moda transportasi ini menjadi favorit utama pemudik. Ternyata kereta api menjadi pilihan paling banyak digunakan dengan hampir 3 juta penumpang. Setelah kereta, disusul penyeberangan dan pesawat.
Baca Juga:Resmi Rilis Maret 2026 di Netflix, Live-Action One Piece Melanjutkan Arc Dari Musim SebelumnyaDestinasi Wisata Libur Lebaran di Majalengka, Simak Rekomendasi Berikut Ini
Namun lonjakan penumpang justru tertinggi terjadi di penyeberangan. Naiknya hampir 15 persen dibandingkan tahun lalu. Ini menjadi indikasi kuat jalur darat dan laut makin padat.
