Tragedi di Negeri Para Dewa, Ratusan Warga Meninggal Keracunan, Desa pun Dikosongkan

tragedi dieng
Pesona alam Dieng yang berada pada ketinggian sekitar 2000 meter di atas permukaan laut. Foto: Visit Jawa Tengah
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Siapa yang belum mengenal Dieng? Dataran tinggi ini belakangan menjadi daerah tujuan wisata paling favorit di Jawa Tengah. Apalagi ketika Lebaran seperti sekarang ini.

Dieng menjadi sangat terkenal karena banyak hal. Namun, daerah ini menjadi banyak dikunjungi wisatawan di antaranya karena keindahan alam dan kondisi suhu yang sangat dingin. Bahkan dalam situasi tertentu bisa turun salju.

Tapi, ternyata di balik keindahan alamnya, Dieng pernah memiliki kisah kelam nan pilu. Ada ratusan orang meninggal dunia. Kemudian salah satu kampung tersebut dikosongkan hingga sekarang. Warganya yang tersisa ditransmigrasikan ke Pulau Sumatera.

Baca Juga:Lalu Lintas Tol Cipali Hari Ini, Ada Beberapa Perlambatan Arah CirebonTol Layang MBZ Paling Horor, Tak Siap Hadapi Mudik

Untuk mengungkap peristiwa tersebut, ada tulisan menarik dari Aris Darmawan, yang mengaku sebagai Youtuber pemula. Tulisan tersebut dia beri judul “Tragedi Sinila 1979, Mimpi Buruk Negeri Para Dewa”.

Dalam tulisan tersebut, Aris Darmawan memulai dengan menjelaskan asal-usul kata Dieng. Menurutnya, Dieng itu berasal dari Bahasa Sansekerta yaitu “dhi” yang berarti tempat dan “hyang” yang bermakna dewa. Makanya kawasan tersebut dikenal sebagai Negeri Para Dewa.

Dijelaskannya, Dieng merupakan salah satu dataran tinggi di Indonesia. Terletak di Kabupaten Wonosobo dan Banjarnegara, Jawa Tengah.

Dieng berada pada ketinggian sekitar 2000 meter di atas permukaan laut. Karenanya kawasan ini masuk dalam iklim tropis. Suhu rata-rata pada siang hari berkisar antara 10 – 15 derajat Celcius sedangkan pada malam hari mencapai 5 -10 derajat Celcius.

Yang aneh, pada saat musim kemarau, suhu di kawasan Dieng justru sangat dingin. Bisa mencapai suhu minus 2 derajat celcius. Pada saat inilah sering muncul salju. Salju ini oleh warga setempat disebut “bun upas”.

Menurut Aris, kawasan ini memiliki luas wilayah 619.864 m persegi. Selain subur akan sayur mayur seperti kol, kentang dan wortel juga mempunyai tanaman endemis. Tanaman ini jarang ditemukan di daerah lain. Misalnya carica dan purwaceng.

Hal inilah yang mengangkat perekonomian masyarakat Negeri Para Dewa. Negeri yang terletak di sebelah barat Gunung Sindoro dan Sumbing tersebut.

Baca Juga:Resmi Rilis Maret 2026 di Netflix, Live-Action One Piece Melanjutkan Arc Dari Musim SebelumnyaDestinasi Wisata Libur Lebaran di Majalengka, Simak Rekomendasi Berikut Ini

Karena letaknya, Dieng merupakan kawasan vulkanik aktif. Hal ini ditandai dengan terdapatnya beberapa kawah aktif, seperti Kawah Sikidang, Kawah Sileri dan Kawah Candradimuka, Kawah Timbang dan Kawah Sinila.

0 Komentar