Tragedi ini sangat memilukan, menjadi mimpi buruk warga Desa Kepucukan. Sekaligus menjadi pengingat bagi warga Dataran tinggi Dieng. Ini menjadi bukti sejarah kebencanaan bagi Bangsa Indonesia. Bahwa dahulu pernah ada bencana alam dahsyat yang memakan banyak korban jiwa.
Untuk mengingat tragedi itu, dibuatlah monumen berbentuk tangan dengan amplop terselip di ibu jari. Hal itu menandakan bahwa ada pesan mendalam yang ingin disampaikan mengenai tragedi Kawah Sinila ini. Monumen tersebut dibangun tepat di tengah pemakakan masal korban Kawah Sinila.
Di balik keindahan alamnya, ternyata Dieng menyimpan kisah pilu yang dahulu pernah ada. Kisah yang menggemparkan dan memakan banyak korban jiwa.
Baca Juga:Lalu Lintas Tol Cipali Hari Ini, Ada Beberapa Perlambatan Arah CirebonTol Layang MBZ Paling Horor, Tak Siap Hadapi Mudik
Dari kisah itu kita bisa belajar untuk hidup berdampingan dengan alam. Bahwa alam yang kita tempati ini bisa menimbulkan bencana sewaktu-waktu. Hal itu perlu diwaspadai di kemudian hari karena sampai saat ini kawah-kawah di Dataran Tinggi Dieng masih banyak yang aktif.
“Oleh karenanya, dengan tulisan ini semoga dapat mengingatkan kembali bencana yang terjadi di Negeri Para Dewa. Dan tentunya menjadi catatan penting bagi sejarah kebencanaan di Indonesia,” begitu Aris mengakhiri tulisannya.
