RADARCIREBON.ID – Rencana pemerintah menerapkan pembelajaran dalam jaringan (daring) pada Bulan April 2026 batal dilaksanakan.
Pembatalan belajar daring April 2026 itu, mencegah terjadinya penurunan kualitas pembelajaran (learning loss).
Rencana pembatalan tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno. Dia menegaskan pembelajaran harus tetap berlangsung normal.
Baca Juga:Arus Balik Lebaran 2026 Hari Ini, Tol Cipali Masih One WayPemkab Cirebon Belum Putuskan Kebijakan WFH untuk ASN
Mulanya, rencana pembelajaran secara online tersebut sebagai langkah antisipasi terhadap potensi terjadinya krisis energi. Krisis itu sendiri dipicu oleh terjadinya konflik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel dan Iran.
Pratikno menegaskan, walau terjadi krisis energi, belajar mengajar di sekolah tak perlu dilakukan secara virtual tanpa tatap muka. Kegiatan belajar mengajar harus tetap berlangsung normal seperti biasa.
Pihaknya pun sudah melakukan koordinasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kementerian Agama. Dua kementerian yang di antaranya membawahi bidang pendidikan.
Mengapa kegiatan belajar mengajar diring batal dilaksanakan? Alasannya menurut mantan Rektor Universitas Gajah Mada (UGM) ini karena beberapa hal.
Di antaranya, tegas dia, sektor pendidikan perlu dijaga agar tetap optimal. Selain itu menghindari timbulnya penurunan kualitas pembelajaran (learning loss).
Oleh karena itu, Pratikno menyebut pelaksanaan pembelajaran secara tatap muka atau luar jaringan (luring) menjadi prioritas utama saat ini. Apalagi hasil pembahasan lintas kementerian menunjukkan bahwa pembelajaran daring belum menjadi kebutuhan mendesak untuk diterapkan saat ini.
Sebelumnya alasan efisiensi akibat krisis energi global, pemerintah sempat mengkaji penerapan sistem hybrid untuk kegiatan belajar mengajar. Sistem ini merupakan kombinasi antara pembelajaran daring dan luring.
Baca Juga:Pemkot Cirebon Kaji Opsi WFH ASN, Tunggu Petunjuk PusatTips and Trik Diet Efektif! Tidak Ada Cheat Day? Lihat Hasilnya 6 Bulan Kedepan.
Pratikno pun mengungkapkan alasan pembatalan kegiatan belajar mengajar secara daring tersebut. Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian besar terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan.
Apalagi, lanjut orang dekat mantan Presiden Joko Widodo ini, sejumlah program sektor pendidikan menjadi bagian dari prioritas nasional. Seperti revitalisasi sekolah, Sekolah Rakyat, dan Sekolah Unggul Garuda.
Guru besar ini pun menambahkan, percepatan peningkatan mutu pendidikan harus dilakukan secara menyeluruh. Baik yang di bawah Kemendikdasmen, Kementerian Agama, maupun Kemendiktisainstek.
