Hutan Sancang, antara Prabu Siliwangi, Kian Santang dan ‘Orang Dekat’ Ali bin Abi Thalib

rakeyan sancang ali bin abu thalib
Kisah Hutan Sancang dan Ali bin Abi Thalib. Foto: Ist - TikTok: pajajaran anyar - RADARCIREBON.ID
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Apa kaitannya antara hutan Sancang dan Ali bin Abi Thalib? Keterkaitan secara langsung memang tidak ada.

Namun belakangan, hutan di pantai selatan Garut tersebut dikait-kaitkan dengan menantu dan ponakan Rasulullah SAW itu.

Padahal selama ini masyarakat Jawa Barat banyak yang menganggap jika Leuweung Sancang tersebut sangat terkait dengan Prabu Siliwangi dan putranya; Raden Kian Santang.

Baca Juga:Arus Balik Lebaran 2026 Hari Ini, Tol Cipali Masih One WayArus Balik Lebaran Hari Ini, 87 Ribu Kendaraan Lintasi Tol Cipali

Bahkan banyak yang percaya jika di hutan Sancang itulah tempat menghilangnya Prabu Siliwangi dari kejaran putranya, Kian Santang. Penguasa Pajajaran itu dikejar putranya konon karena tidak bersedia masuk Islam.

Bagaimana Sancang terkait dengan Ali bin Abi Thalib? Cerita yang belakang ramai di media sosial bermula dari adanya sosok yang bernama Rakeyan Sancang. Sosok ini diperkirakan lahir 591 M. Dia adalah putra Raja Kertawarman dari Kerajaan Tarumanagara 561 – 618 M.

Disebutkan, Raja Suraliman Sakti (568 – 597 M) Putra Manikmaya cucu Suryawarman Raja Kerajaan Kendan adalah saudara sepupu Rakeyan Sancang. Sosok ini sering dirancukan dengan putra Sri Baduga Maharaja, Raden Kian Santang.

Putra Prabu Siliwangi ini sering dijuluki Raja Sangara. Menurut Babad Godog di Garut terkenal dengan sebutan Prabu Kian Santang atau Sunan Rohmat Suci.

Dijelaskan, Kertawarman merasa dirinya mandul.Kemudian tahta kerajaan diwariskan kepada adiknya Prabu Sudhawarman. Padahal sesungguhnya tanpa disadari sempat memiliki keturunan dari anak seorang pencari kayu bakar bernama Ki Prangdami.

Pencari kayu itu tinggal bersama istrinya Nyi Sembada dan seorang putrinya bernama Setiawati. Mereka tinggal di dekat Hutan Sancang. Lokasinya di tepi Sungai Cikaengan peisir Pantai Selatan, Garut.

Suatu ketika, anak sang pencari kayu bernama Setiawati itu dinikahi Kertawarman. Namun dia hanya digauli Sang Raja selama sepuluh hari saja. Setelah itu ditinggalkan dan bisa jadi malah dilupakan.

Baca Juga:Lalu Lintas Tol Cipali Hari Ini, Ada Beberapa Perlambatan Arah CirebonTol Layang MBZ Paling Horor, Tak Siap Hadapi Mudik

Setiawati merasa dirinya dari kasta sundra, tidak mampu menuntut kepada suaminya seorang Maharaja. Ketika mengandung berita kehamilan tidak pernah dilaporkan kepada suaminya.

Ketika melahirkan anak laki-laki, Setiawati meninggal dunia. Anaknya oleh Ki Parangdami dipanggil Rakeyan, mengingat masih keturunan seorang Raja.

0 Komentar