Longsor Ancam Permukiman Warga Awirarangan – Maleber Kuningan

longsor awirarangan kuningan
Bencana tanah longsor di Kelurahan Awirarangan, Kecamatan Kuningan dan di Desa Mekarsari, Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan mengancam rumah warga. Foto: Agus Sugiarto - radarcirebon.id
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Kuningan dalam beberapa hari terakhir kembali memicu bencana tanah longsor di sejumlah titik.

Dalam waktu berdekatan, dua kejadian longsor dilaporkan terjadi di Kelurahan Awirarangan, Kecamatan Kuningan, serta Desa Mekarsari, Kecamatan Maleber, dengan dampak yang cukup signifikan terhadap permukiman warga.

Di Lingkungan Eyang Weri, RT 003 RW 003, Kelurahan Awirarangan, longsor bahkan nyaris mengenai rumah warga.

Baca Juga:Arus Balik Lebaran Hari Ini, 87 Ribu Kendaraan Lintasi Tol CipaliLalu Lintas Tol Cipali Hari Ini, Ada Beberapa Perlambatan Arah Cirebon

Kepala Pelaksana BPBD Kuningan, Indra Bayu Permana, menjelaskan bahwa longsor dipicu oleh hujan intensitas tinggi dan menyebabkan tembok penahan tanah (TPT) ambrol.

Akibatnya, satu unit rumah milik Ibu Kinah (62) mengalami kerusakan berat. Sebagian bangunan berukuran sekitar 4×4 meter terseret material longsor setelah TPT sepanjang 12 meter dengan tinggi 7 meter runtuh. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

“Rumah itu sebelumnya sudah tidak ditempati karena sempat mengalami longsor di bagian samping, sehingga pemilik memilih mengungsi,” ujar Indra.

Meski tidak menimbulkan korban, kerusakan yang terjadi cukup parah dan membutuhkan penanganan segera. BPBD bersama aparat desa, kecamatan, serta unsur TNI dan Polri langsung melakukan asesmen dan menyalurkan bantuan logistik. Kebutuhan mendesak saat ini meliputi material bangunan serta terpal untuk penanganan sementara.

Longsor juga terjadi di Desa Mekarsari, Kecamatan Maleber yang juga dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut. Dampaknya tidak hanya merusak, tetapi juga mengancam keselamatan warga.

Dua rumah milik Hendi (79) dan Samar (54) dilaporkan berada dalam ancaman longsor, sedangkan satu rumah milik Rijal (43) mengalami kerusakan setelah bagian kamar luar tertimpa material longsoran. Total terdapat sembilan jiwa yang terdampak dalam kejadian ini.

Material longsor berasal dari tebing dengan panjang sekitar 8 meter dan tinggi 12 meter. Selain merusak bangunan, longsor juga mengganggu akses jalan gang di sekitar permukiman warga.

Baca Juga:Tol Layang MBZ Paling Horor, Tak Siap Hadapi MudikResmi Rilis Maret 2026 di Netflix, Live-Action One Piece Melanjutkan Arc Dari Musim Sebelumnya

Sebagai langkah darurat, BPBD bersama aparat setempat segera melakukan penanganan awal, termasuk menutup area tebing menggunakan plastik dan terpal untuk mencegah longsor susulan. Selain itu, pemasangan cerucuk bambu juga dilakukan guna memperkuat struktur tanah yang labil.

0 Komentar