Pergerakan Arus Mudik-Balik 2026 di Wilayah Cirebon, Menurun, Tak Sebanyak Tahun Lalu

Arus Mudik-Balik 2026 di Wilayah Cirebon Menurun di banding tahun lalu
TURUN: Jumlah kendaraan yang melintasi Cirebon pada masa mudik dan balik 2026 turun atau lebih sedikit disbanding tahun lalu. Foto: Seno Dwi Priyanto/Radar Cirebon
0 Komentar

Rest Area 207A sendiri menjadi salah satu titik krusial dalam arus balik, mengingat lokasinya yang strategis di ruas Tol Palikanci. Banyak pemudik memanfaatkan lokasi tersebut untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan ke berbagai daerah tujuan.

Selain di jalur tol, perhatian juga difokuskan pada jalur arteri yang terdampak one way. Untuk mengantisipasi hal tersebut, petugas kepolisian bersama instansi terkait disiagakan di sejumlah persimpangan dan titik rawan kemacetan.

Pengaturan lalu lintas dilakukan secara situasional guna menjaga kelancaran arus kendaraan serta mencegah terjadinya penumpukan. Kapolres juga memberikan arahan langsung kepada personel di lapangan agar tetap waspada dan responsif terhadap dinamika yang terjadi.

Baca Juga:Petugas Dishub Mulai Sibuk Atur Lalin di Jalur Mudik 2026Di Gegesik Ada Pabrik Uang Palsu, Dibongkar Polresta Cirebon

Ia meminta petugas tidak hanya fokus pada pengaturan lalu lintas, tetapi juga aktif memberikan imbauan kepada masyarakat terkait keselamatan berkendara. “Kami mengingatkan para pemudik untuk selalu berhati-hati, menjaga kondisi fisik, serta mematuhi aturan lalu lintas. Jika lelah, sebaiknya beristirahat di rest area yang telah disediakan,” tambahnya.

Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto turut mengimbau masyarakat agar tetap mematuhi arahan petugas di lapangan selama perjalanan arus balik. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan layanan darurat kepolisian apabila mengalami kendala di perjalanan.

“Kami mengajak masyarakat untuk tetap disiplin dalam berlalu lintas serta mematuhi arahan petugas. Apabila membutuhkan bantuan, segera hubungi Layanan Polisi 110 agar dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas di lapangan,” ujarnya. (*)

0 Komentar