RADARCIREBON.ID – Konflik yang memanas di kawasan Timur Tengah belum menyurutkan minat masyarakat Kota Cirebon untuk menunaikan ibadah umrah.
Hal ini terlihat dari tren pendaftaran jemaah pada awal 2026 yang masih cukup tinggi.
Berdasarkan data Sistem Informasi Pengawasan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (Siskopatuh), jumlah pendaftar pada Januari 2026 mencapai 295 orang, disusul Februari sebanyak 231 orang, dan hingga pertengahan Maret tercatat 39 orang.
Baca Juga:13 ASN Kabupaten Cirebon Bolos di Hari Pertama Masuk Kerja, Siap Kena SanksiOperasi Ketupat 2026 Berakhir, Tak Ada Lagi One Way, Tol Trans Jawa Kembali Normal
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Cirebon, M Ikbal Sugiana, mengatakan antusiasme masyarakat masih cukup tinggi meski situasi geopolitik di Timur Tengah sedang memanas.
“Kalau melihat data di Siskopatuh, pendaftar pada Januari 2026 mencapai 295 orang. Februari 231 orang, dan hingga pertengahan Maret sudah 39 orang,” ujarnya.
Meski demikian, ia menjelaskan data rinci terkait jadwal keberangkatan berada di masing-masing Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).
Terkait kondisi keamanan di Timur Tengah, Ikbal menyebut hingga saat ini belum ada larangan resmi penerbangan menuju Tanah Suci dari pemerintah pusat.
Kebijakan penerbangan, lanjutnya, merupakan kewenangan lintas sektoral yang melibatkan Kementerian Perhubungan dan otoritas terkait lainnya.
“Sejauh ini kami baru menerima imbauan dari pusat untuk meningkatkan kewaspadaan. Namun, untuk larangan resmi penerbangan ke negara terdampak konflik, belum ada informasi lebih lanjut,” jelasnya.
Kemenhaj berharap ketegangan di Timur Tengah segera mereda sehingga tidak mengganggu pelaksanaan ibadah umrah maupun persiapan ibadah haji 2026.
Baca Juga:Lalu Lintas Tol Cipali Hari Ini, Ada Beberapa Perlambatan Arah CirebonTol Layang MBZ Paling Horor, Tak Siap Hadapi Mudik
“Ini adalah ibadah suci yang sangat dinantikan masyarakat. Kami berharap para jemaah tetap dapat berangkat dengan aman dan lancar,” pungkasnya.
