Arus Balik Lebaran Dongkrak Penjualan Oleh-oleh di Pantura Indramayu, Omzet Naik hingga 90 Persen

oleh-oleh khas Indramayu
BERBURU OLEH-OLEH: Para pemudik sedang membeli oleh-oleh khas Indramayu untuk dibawa ke tempat perantauan, Kamis (26/3). Foto: ANANG SYAHRONI/ RADAR INDRAMAYU
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Momentum arus balik Lebaran 2026 membawa berkah bagi para pedagang oleh-oleh khas Indramayu. Aktivitas tersebut terlihat di sentra oleh-oleh di jalur Pantura. Tepatnya di Desa Pilangsari, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu.

Ramainya pemudik, baik pengguna mobil maupun sepeda motor, membuat deretan kios di kawasan Pantura By Pass Pilangsari dipadati pembeli. Mereka singgah untuk membeli beragam makanan khas Indramayu, mulai dari olahan ikan, aneka kerupuk, hingga buah mangga.

Salah satu pemudik asal Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon, Maulana (43), mengaku hampir setiap arus balik Lebaran selalu menyempatkan diri berburu oleh-oleh di jalur Pantura. Menurutnya, lokasi yang strategis dan pilihan produk yang lengkap menjadi alasan utama.

Baca Juga:Indramayu Produsen Ikan Terbanyak di Jawa Barat, Ini Kata Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan IndramayuPengembangan Pariwisata di Indramayu Harus Jadi Renstra Pemerintah Daerah

Ia bahkan membeli berbagai makanan seperti kerupuk udang, kerupuk kulit, terasi udang, dan camilan lainnya dengan total belanja sekitar Rp200 ribu.

“Setiap arus balik pasti mampir ke sini. Pilihannya lengkap dan harganya terjangkau. Dengan Rp200 ribu sudah dapat banyak untuk dibagikan ke teman kerja. Lokasinya juga searah ke Jakarta, jadi tidak perlu putar arah,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Nurhayati (31), pemudik asal Kabupaten Kuningan. Ia sengaja berhenti di kawasan tersebut untuk membeli oleh-oleh khas Indramayu sebelum kembali ke Cikarang, tempatnya bekerja.

Nurhayati mengaku membeli tujuh paket kerupuk melarat untuk dibagikan kepada rekan kerjanya. Menurutnya, makanan khas tersebut sulit ditemukan di daerah tempatnya merantau.

“Kerupuk melarat ini khas Indramayu, di Cikarang tidak ada. Jadi saya beli untuk dibagikan ke teman-teman,” katanya.

Ia menambahkan, harga yang ditawarkan juga cukup terjangkau. Dengan sekitar Rp35 ribu, ia sudah mendapatkan tujuh paket kerupuk melarat lengkap dengan sambalnya.

“Sekalian berbagi dan mengenalkan makanan khas daerah. Apalagi sudah janji dengan teman kerja untuk bawa oleh-oleh,” tambahnya.

Baca Juga:Wabup Syaefudin Minta Ketersediaan Pangan Jadi Prioritas RamadanDamkar Indramayu Ajak Warga Waspadai Potensi Kebakaran di Bulan Ramadan

Lonjakan jumlah pembeli selama arus balik juga dirasakan para pedagang. Salah satunya Rohidayat, pemilik kios oleh-oleh yang beroperasi 24 jam di kawasan tersebut.

Menurutnya, periode mudik dan arus balik Lebaran menjadi waktu yang paling dinantikan karena penjualan meningkat signifikan dibanding hari biasa.

0 Komentar