Arus Balik Lebaran Dongkrak Penjualan Oleh-oleh di Pantura Indramayu, Omzet Naik hingga 90 Persen

oleh-oleh khas Indramayu
BERBURU OLEH-OLEH: Para pemudik sedang membeli oleh-oleh khas Indramayu untuk dibawa ke tempat perantauan, Kamis (26/3). Foto: ANANG SYAHRONI/ RADAR INDRAMAYU
0 Komentar

“Selama arus balik, pembeli terus berdatangan. Penjualan meningkat drastis dibanding hari biasa,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, peningkatan omzet bahkan mencapai sekitar 90 persen, dengan pendapatan harian berkisar antara Rp1 juta hingga Rp2 juta.

Beragam produk yang dijual di kiosnya meliputi ikan asin, kue kering, berbagai jenis kerupuk, terasi udang, hingga buah mangga khas Indramayu dan Cirebon.

Baca Juga:Indramayu Produsen Ikan Terbanyak di Jawa Barat, Ini Kata Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan IndramayuPengembangan Pariwisata di Indramayu Harus Jadi Renstra Pemerintah Daerah

Dari sekian banyak produk, mangga khas Indramayu menjadi yang paling diminati, terutama jenis gedong gincu dan cengkir. Buah tersebut kerap dibeli sebagai buah tangan oleh para pemudik.

“Yang paling laris mangga, terutama gedong gincu karena aromanya harum dan rasanya manis. Untuk gedong gincu dijual Rp35 ribu per kilogram, sedangkan mangga biasa sekitar Rp28 ribu per kilogram,” jelas Rohidayat. (oni)

0 Komentar