KUNINGAN – Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur wilayah Kecamatan Ciniru, Selasa (24/3/2026), memicu terjadinya longsor di sejumlah titik. Bencana ini melanda dua desa, yakni Longkewang dan Cipedes, dengan dampak kerusakan infrastruktur serta ancaman terhadap permukiman warga.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa tersebut menyisakan kekhawatiran. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan memastikan kondisi masih berpotensi berkembang, terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.
Kepala Pelaksana BPBD Kuningan, Indra Bayu Permana, menyebutkan, tanah yang labil akibat curah hujan tinggi menjadi pemicu utama longsor di kawasan tersebut.
Baca Juga:Terapkan WFH Setiap Senin, Pemkab Majalengka Jamin Layanan Publik Tetap NormalViral di Medsos Wisatawan Kritis di Pantai Bali 2 Indramayu, Polisi Ungkap Korban Tersedak Makanan
“Tidak ada korban jiwa, namun sejumlah titik mengalami kerusakan cukup serius dan ada rumah warga yang terancam,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (26/3).
Di Desa Longkewang, longsor terjadi di tiga dusun—Babakan, Munggang, dan Parenca—dengan total tujuh titik kejadian. Material longsor merusak tembok penahan tanah (TPT) serta menggerus halaman rumah warga. Bahkan, satu rumah dilaporkan berada dalam kondisi rawan tertimbun.
Dampak juga dirasakan pada ruas Jalan Raya Ciniru–Kadugede. Ambrolnya TPT di beberapa titik menyebabkan kerusakan jalan dan sempat mengganggu mobilitas masyarakat.
Sementara itu, di Desa Cipedes, longsor terjadi di Dusun Sukasari. TPT di halaman rumah warga runtuh dengan ukuran cukup besar hingga menutup sebagian badan jalan desa. Satu unit rumah pun dilaporkan berada dalam ancaman.
Merespons kejadian tersebut, BPBD bersama aparat desa, TNI, Polri, dan warga langsung turun ke lokasi melakukan penanganan darurat. Pembersihan material longsor dilakukan secara gotong royong, disertai pemasangan terpal dan cerucuk bambu untuk menahan pergerakan tanah.
Selain penanganan cepat, BPBD juga mengingatkan warga agar tetap waspada. Terlebih, wilayah Ciniru dikenal memiliki tingkat kerawanan gerakan tanah yang cukup tinggi, terutama saat musim hujan.
Warga diimbau untuk menghindari area tebing saat hujan deras, serta segera melapor jika menemukan tanda-tanda pergerakan tanah seperti retakan atau amblesan.
Baca Juga:Sekda Indramayu Sidak Sejumlah OPD, Pastikan Tidak Ada ASN Absen Usai Libur LebaranLapas Majalengka Berikan Remisi Khusus Idul Fitri kepada 195 Narapidana
Saat ini, kondisi cuaca di lokasi dilaporkan cerah berawan. Namun demikian, langkah penanganan lanjutan seperti pembangunan kembali TPT dan penguatan struktur tanah akan segera dikoordinasikan dengan instansi terkait.
