Menhaj Tekankan Layanan Haji Berbasis Jamaah

Menhaj Tekankan Layanan Haji Berbasis Jamaah
HAJI 2026: Menhaj Moch Irfan Yusuf menegaskan pelaksanaan haji saat ini diarahkan pada layanan yang berpusat pada jamaah, mulai dari tahap persiapan hingga kepulangan ke tanah air. Foto Kemenhaj
0 Komentar

RADARCIREBON.ID-JAKARTA- Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Moch Irfan Yusuf menegaskan bahwa penyelenggaraan haji saat ini diarahkan pada layanan yang berpusat pada jamaah (pilgrim-centered services). Mulai dari tahap persiapan hingga kepulangan ke tanah air.

“Pembentukan Kementerian Haji dan Umrah merupakan komitmen negara untuk menghadirkan layanan yang lebih fokus, profesional, dan menyeluruh bagi jamaah. Negara hadir memastikan ibadah haji berjalan aman, tertib, dan bermartabat,” ujar Menhaj.

Ia menjelaskan bahwa penyelenggaraan haji mengacu pada amanah UU Nomor 14 Tahun 2025, dengan tiga pilar utama Tri Sukses Haji. Yaitu sukses ritual, melalui peningkatan pemahaman manasik dan kesiapan fisik jamaah. Kemudian sukses ekosistem ekonomi, melalui pemberdayaan umat dan dukungan UMKM, serta sukses peradaban dan keadaban melalui pembinaan karakter dan nilai keislaman jamaah.

Baca Juga:13 ASN Kabupaten Cirebon Bolos di Hari Pertama Masuk Kerja, Siap Kena SanksiOperasi Ketupat 2026 Berakhir, Tak Ada Lagi One Way, Tol Trans Jawa Kembali Normal

Lebih lanjut, ia menyampaikan sejumlah program strategis yang tengah diperkuat. Antara lain penurunan biaya haji, tanpa mengurangi kualitas layanan, kemudian penataan kuota berbasis waiting list untuk menjamin keadilan masa tunggu, ekspor produk Indonesia guna mendukung kebutuhan jamaah di Arab Saudi.

Selanjutnya, pengembangan Kampung Haji sebagai pusat layanan terintegrasi. “Persiapan operasional haji tahun ini telah mencapai hampir 100 persen. Mulai dari akomodasi, konsumsi, transportasi, hingga perlengkapan jemaah telah siap. Kami pastikan seluruh layanan memberikan kenyamanan dan keamanan bagi jamaah,” tegasnya.

Pada penyelenggaraan haji 2026, Kemenhaj mengusung tagline Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan sebagai bentuk komitmen menghadirkan layanan inklusif. “Kami memastikan setiap jamaah, termasuk lansia, disabilitas, dan perempuan, mendapatkan layanan yang aman, nyaman, dan bermartabat selama menjalankan ibadah,” kata Menhaj.

Ia juga mengingatkan pentingnya manasik sebagai bekal utama bagi jemaah dalam menjalankan ibadah haji. “Manasik ini menjadi kunci agar ibadah dapat dilaksanakan dengan baik, disiplin, dan penuh kebersamaan,” ujarnya, dilansir dari laman resmi Kemenhaj.

Sementara itu, di tengah dinamika global, Kementerian Haji dan Umrah memastikan terus melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak, termasuk syarikah di Arab Saudi, guna menjamin kelancaran layanan, termasuk distribusi kartu Nusuk bagi jamaah haji. (rc)

0 Komentar