Dudy menjelaskan, rekayasa lalu lintas dilakukan secara bertahap dan menyesuaikan kondisi di lapangan. Sebelumnya, skema one way tahap I diterapkan dari KM 132 Tol Cipali hingga KM 70. Selanjutnya, diperluas dari KM 263 hingga KM 70 untuk memprioritaskan arus balik. “Ini bagian dari manajemen lalu lintas untuk memprioritaskan arus balik. Kami juga terus memantau pergerakan kendaraan dari Jawa Barat maupun dari Trans Sumatera melalui Bakauheni, Merak, hingga Cikupa,” jelasnya.
Ia menambahkan, apabila volume kendaraan di KM 414 Gerbang Tol Kalikangkung mendekati 4.000 kendaraan, maka akan diberlakukan one way nasional dari KM 414 hingga KM 70 pada Sabtu (28/3). “Akan diberlakukan one way nasional pada Sabtu,” tegas Menhub Dudy.
Sementara itu, di jalur arteri Cirebon, arus kendaraan masih terpantau ramai, meski mulai mengalami penurunan dibandingkan hari sebelumnya. Berdasar data traffic counting Dishub Kota Cirebon di Posko Jalan Brigjen Dharsono, tercatat 88.157 kendaraan melintas pada Kamis (26/3).
Baca Juga:Menhaj Tekankan Layanan Haji Berbasis JamaahWFH Rawan Melenceng, DPR Khawatir Malah Dimanfaatkan ASN untuk Jalan-jalan
Jumlah tersebut menurun dibandingkan Rabu (25/3) yang mencapai 92.824 kendaraan. Hal ini menunjukkan arus balik mulai berangsur berkurang. Lalu pada Jumat (27/3), volume kendaraan kembali menurun dengan rata-rata sekitar 3.500 kendaraan per jam, didominasi kendaraan roda dua.
“Secara kumulatif, total kendaraan arus balik yang melintas di Kota Cirebon mencapai 337.732 kendaraan. Tren menunjukkan puncak arus terjadi pada Selasa dan Rabu, kemudian mulai menurun. Meski demikian, volume kendaraan masih tinggi sehingga potensi kepadatan tetap perlu diantisipasi, terutama pada jam sibuk,” kata Kadishub Kota Cirebon Andi Armawan. (cep)
