MAJALENGKA – Momentum libur Lebaran 2026 mendorong peningkatan signifikan jumlah kunjungan wisatawan ke sejumlah destinasi unggulan di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) mencatat periode 21–24 Maret 2026 menjadi puncak arus kunjungan, dengan ribuan wisatawan memadati objek wisata alam hingga rekreasi keluarga.
Berdasarkan rekapitulasi Disparbud Majalengka, Situ Cipanten menempati posisi teratas dengan jumlah kunjungan mencapai 20.142 orang. Disusul Jembar Waterpark sebanyak 13.211 pengunjung dan Terasering Panyaweuyan dengan 8.142 pengunjung. Sementara itu, DN Waterplay mencatat 7.100 pengunjung dan Sumber Hijau Farm sebanyak 6.037 orang.
Destinasi lain yang turut ramai dikunjungi antara lain Situ Ciranca dengan 5.715 pengunjung, Keliling Dunia sebanyak 3.848 orang, serta wisata alam seperti Curug Ibun Pelangi (2.449 pengunjung) dan Curug Kiara Danu (2.433 pengunjung). Adapun Situ Pajajar/Prabu Siliwangi mencatat 2.015 kunjungan selama periode tersebut.
Baca Juga:BPBD Kuningan Tangani Longsor Ciniru Pasca Lebaran, Warga Diminta WaspadaPelatih Fisik Persib Bandung Puji Tingkat Kedisiplinan Para Pemain
Kepala Disparbud Kabupaten Majalengka, Rachmat Kartono, mengatakan lonjakan ini menunjukkan tren positif sektor pariwisata daerah yang terus pulih dan berkembang pascapandemi. Peningkatan jumlah wisatawan, kata dia, tidak terlepas dari promosi intensif serta perbaikan fasilitas di berbagai destinasi.
“Alhamdulillah, selama libur Lebaran tahun ini terjadi peningkatan kunjungan yang cukup signifikan. Ini menjadi indikator bahwa kepercayaan masyarakat terhadap destinasi wisata di Majalengka semakin baik,” ujar Rachmat, Jumat (27/3/2026).
Ia menjelaskan, destinasi berbasis alam masih menjadi favorit wisatawan, terutama yang menawarkan panorama unik dan spot foto menarik. Situ Cipanten, misalnya, dikenal dengan kejernihan air dan suasana asri yang cocok untuk wisata keluarga. Sementara Terasering Panyaweuyan menawarkan lanskap perbukitan yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan domestik maupun luar daerah.
Selain itu, Rachmat menuturkan kesiapan pengelola wisata dalam menghadapi lonjakan pengunjung turut berperan penting. Pengaturan parkir, kebersihan, hingga aspek keamanan menjadi perhatian utama selama masa libur panjang.
“Kami terus berkoordinasi dengan pengelola dan pihak terkait untuk memastikan kenyamanan wisatawan, termasuk penyediaan sarana pendukung serta pengawasan di lokasi wisata agar tetap kondusif,” katanya.
Disparbud juga mencatat kunjungan wisatawan didominasi wisatawan lokal dan regional dari wilayah Jawa Barat dan sekitarnya. Namun, terdapat pula peningkatan kunjungan dari luar provinsi yang menunjukkan daya tarik Majalengka semakin luas.
