RADARCIREBON.ID – Sebanyak 44.895 wisatawan kunjungi 6 destinasi utama yang ada di Kota Cirebon selama libur Lebaran, 16 – 25, Maret 2026.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Cirebon, Agus Sukmanjaya mengatakan, tingkat kunjungan wisatawan tersebut terbilang stabil pada periode libur lebaran.
“Kunjungan wisatawan masih tinggi selama libur lebaran tahun ini,” kata Agus kepada wartawan.
Baca Juga:WFH No, Naik Sepeda OkeArus Balik Lebaran 2026 Hari Ini, Tol Cipali Masih One Way
Menurut dia, wisatawan dalam negeri masih menjadi tulang punggung kunjungan wisata ke Kota Cirebon.
Sementara objek wisata dengan kunjungan tertinggi adalah Pantai Kejawanan yakni 37.343 atau 83 persen dari total kunjungan.
Sementara untuk destinasi wisata budaya masih belum banyak dilirik oleh wisatawan dalam negeri.
Pengunjung masih memilih wisata terbuka dan bahari yang ada di Kota Udang.
Keraton Kasepuhan mencatat 3.021 kunjungan, terdiri dari 3.009 wisatawan domestik dan 12 wisatawan mancanegara. Sementara itu, Gua Sunyaragi dikunjungi 2.191 wisatawan domestik, disusul Cirebon Waterland dengan 1.846 pengunjung.
Adapun Keraton Kacirebonan menerima 449 kunjungan, terdiri atas 443 wisatawan domestik dan enam wisatawan mancanegara.
Agus menilai capaian ini memberikan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian daerah.
Baca Juga:Arus Balik Lebaran Hari Ini, 87 Ribu Kendaraan Lintasi Tol CipaliLalu Lintas Tol Cipali Hari Ini, Ada Beberapa Perlambatan Arah Cirebon
Tingginya mobilitas wisatawan mendorong peningkatan pendapatan pelaku usaha di sektor pendukung, seperti pedagang kaki lima, penginapan, restoran, serta jasa transportasi lokal.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat ketimpangan distribusi kunjungan antardestinasi.
Konsentrasi wisatawan yang tinggi di 1 titik dinilai menjadi tantangan bagi pengelolaan pariwisata ke depan, terutama dalam mendorong pemerataan ekonomi di seluruh kawasan wisata.
Untuk meningkatkan daya tarik destinasi lain, Disbudpar menyiapkan sejumlah agenda wisata, salah satunya festival cahaya di Gua Sunyaragi yang akan berlangsung pada 27 Maret hingga 3 Mei 2026.
Agenda tersebut diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan serta memperpanjang masa tinggal (length of stay) pengunjung.
“Dengan adanya agenda tersebut, kami optimistis kunjungan wisatawan bisa meningkat lebih signifikan,” kata Agus.
