RADARCIREBON.ID – Tahun 2026 diprediksi akan terjadi kemarau yang sangat panjang. Dalam musim seperti itu, ternyata Jawa Barat menjadi andalan dalam penyediaan pangan nasional.
Alasan pemerintah pusat mengandalkan penyediaan pangan ke Jabar sangat masuk akal. Provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia tersebut, memang masih memiliki lahan pertanian yang sangat luas.
Data menunjukkan, lahan sawah yang dimiliki oleh Jabar mencapai lebih dari 900 ribu hektar. Karenanya, sudah sejak lama provinsi ini memang menjadi lumbung dan penopang utama padi secara nasional.
Baca Juga:3 Cara Buat QR Code MyPertamina: Panduan Lengkap dan Mudah44.895 Wisatawan Kunjungi 6 Destinasi di Kota Cirebon Selama Libur Lebaran
Hanya saja, situasinya akan berbeda di tahun 2026. Sebab pada tahun ini diprediksi akan terjadi musim kemarau yang sangat panjang. Sepertinya pemerintah, baik pusat maupun Jabar tak mau mengambil risiko.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Kementerian Pertanian bersama Pemprov Jabar langsung memperkuat langkah strategis. Di antaranya dimulai dari perbaikan irigasi, bantuan pompa air, hingga distribusi benih unggul.
Langkah ini dilakukan agar produksi padi tetap stabil dan tidak mengganggu pasokan beras nasional. “Air adalah faktor kunci,” tegas Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman.
Amran mengatakan, kemarau panjang bukan lagi sekadar ancaman biasa. Tahun 2026 diprediksi lebih ekstrem. Namun demikian pemerintah sudah menyiapkan solusi untuk melawannya.
Kementerian Pertanian menggencarkan berbagai teknologi dan strategi modern. Di antaranya adanya pompanisasi untuk suplai air. Kemudian melakukan optimalisasi jaringan irigasi.
Selain itu juga akan memberikan bantuan benih unggul tahan kondisi ekstrem. Ditambah dengan pemanfaatan lahan alternatif non-rawa.
Langkah ini diperkuat lewat koordinasi lintas daerah. Di antaranya dengan melakukan rapat penting di Garut dan Bandung. Tujuannya untuk memastikan sawah tetap produktif meski cuaca tak bersahabat.
Baca Juga:Jaga Tradisi dan Silaturahmi, Keluarga Besar Buyut Ki Layaman Gelar Halalbihalal di CirebonKlaim Stok BBM Aman, Pemerintah Dituntut Transparan dan Tunjukkan Data Terkini
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, kombinasi teknologi dan kesiapan lapangan jadi kunci menghadapi perubahan iklim.
Menghadapi ancaman kemarau panjang 2026, pihaknya tak tinggal diam. Berbagai langkah strategis langsung digencarkan demi mencegah gagal panen massal.
Andi Amran Sulaiman menegaskan, dengan strategi ini pemerintah optimistis produksi padi tetap terjaga. Bahkan bisa meningkat meski kemarau lebih panjang.
Namun demikian, ancaman serius mulai menghantui sektor pertanian Indonesia. Musim kemarau 2026 diprediksi lebih panjang dan lebih kering dari biasanya.
