Dibilang Presiden Keras Kepala, Orang Dekat Prabowo Bandingkan Pengamat dengan Kepala Toko

dana pendidikan untuk mbg
Wakil Kepala MBG, Naniek Sudaryati Deyang, meluruskan informasi di media sosial beredar konten soal dana pendidikan digunakan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Foto: Nanik S Deyang/Instagram
0 Komentar

Diungkap Deyang, seorang kepala toko perabotan di Pasar Kawak Madiun, mengatakan bahwa tahun 2024 lalu dia memilih Ganjar karena disuruh bosnya. Dia pun jujur mengaku tidak memilih Prabowo.

“Saya gak milih Pak Prabowo, tapi pemerintahan sekarang luar biasa kemajuannya. Lebaran tahun lalu saya masih sesak nafas mencapai target penjualan, Lebaran sekarang penjualan saya mencapai kenaikkan tiga kali lipat,” ungkap kepala toko itu yang ditirukan Deyang.

Kemudian, kepada Deyang kepala toko yang tak disebutkan namanya itu memuji program Makan Bergizi Gratis (MBG). “Terus ada dapur MBG itu satu dapur kalau beli peralatan sampai Rp50 juta. Karyawan kita tadinya kita kurangi tinggal 50, sekarang kita panggil lagi jadi 70 orang,” katanya.

Baca Juga:WFH No, Naik Sepeda OkeArus Balik Lebaran 2026 Hari Ini, Tol Cipali Masih One Way

Kemudian wartawan senior ini pun menyahuti ungkapan kepala toko tersebut. “Lah tapi katanya Pak Prabowo gagal memimpin negara,” kata Deyang.

“Halah itu omongan orang yang gak jelas di Medsos Bu. Mereka gak tau kenyataan di lapangan,” sahut kepala toko itu.

Penggiat media sosial ini pun kembali mengatakan, sama-sama orang satu partai saja busa berbeda pandangan. Semua tergantung tujuan bicara.

Sebagai pengamat sama tukang survei, Deyang menuding jika Yunanto bisa jadi tak pernah turun ke rakyat. Atau bisa juga pura-pura tidak melihat kenyataan di masyarakat karena dia bicara atas nama kepentingan.

Tetapi lanjut Deyang, sama-sama satu partai berbeda dengan kepala toko. Sebab kepala toko itu sebagai bagian pelaku usaha.

“Karena sebagai kepala toko, dia bertanggungjawab terhadap penjualan. Maka dia bicara apa adanya dengan kejujuran hati apa yang dia lihat atau rasakan. Meski dia mengaku bukan pemilih Pak Prabowo,” tegas komisaris Pertamina ini.

Jadi, tambah Deyang, kembali lagi ke sudut pandang dan hati nurani masing-masing. “Apakah masih ingkar dengan segala perbaikkan saat ini? Dan mempertaruhkan hidup kita hanya untuk rasa sakit hati, kecewa?” tanya Deyang. Namun dalam keadaan perang global sekarang ini, Dayang mengajak sepantasnya semua anak bangsa bersatu. Sebab dampak perang itu akan dirasakan oleh semuanya. Baik itu pemilih dan bukan pemilih Prabowo.

0 Komentar