RADARCIREBON.ID – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Kuningan kembali memicu sejumlah kejadian kebencanaan. Salah satunya yakni material besi pembangunan Jembatan Cijemit terseret arus sungai.
Peristiwa tersebut menjadi pukulan bagi pemerintah daerah, mengingat jembatan yang menghubungkan Desa Cijemit, Gunungmanik, dan Pinara itu tengah dalam proses perbaikan intensif.
Sekretaris Daerah Kuningan sekaligus Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kuningan U Kusmana MSi, menyampaikan bahwa kejadian tersebut berada di luar prediksi. Padahal, proses pembangunan jembatan sudah berjalan hampir dua bulan dengan progres mencapai 50 persen.
Baca Juga:Minggu Ini Persib Bakal Tandang ke Semen Padang, Jupe: Harus Fokus di Semua GameSatu Pasien Masih Dirawat, Enam Korban Laka Cingambul Dipulangkan dari di RSUD Cideres
“Arahan Pak Bupati untuk memperbaiki jembatan itu sudah berjalan. Rentangan besi sudah siap dipasang dan tinggal dicor. Namun banjir bandang datang di luar perkiraan dan memporak-porandakannya. Tiga dari empat bentangan besi terbawa arus,” ujarnya.
Ia mengaku sangat prihatin atas musibah tersebut, terlebih Jembatan Cijemit memiliki peran vital sebagai penghubung aktivitas ekonomi, pertanian, dan sosial masyarakat di tiga desa.
Akibat putusnya jembatan, mobilitas warga kini terganggu. Masyarakat terpaksa memutar arah melalui Dusun Sukasari dengan tambahan jarak lebih dari dua kilometer, melewati jalur sempit yang cukup menyulitkan.
Meski dihadapkan pada kondisi tak terduga, pemerintah daerah memastikan tidak tinggal diam. BPBD bersama unsur terkait terus disiagakan untuk merespons potensi bencana susulan di tengah cuaca ekstrem yang masih berlangsung.
“Saya sudah perintahkan seluruh jajaran BPBD dan para camat untuk siaga penuh serta melakukan langkah-langkah terbaik dalam penanganan kebencanaan. Koordinasi juga kami perkuat dengan Polsek, Koramil, pemerintah desa hingga masyarakat,” tegasnya.
Di tengah situasi tersebut, U Kusmana mengimbau masyarakat untuk tetap bersabar dan memahami kondisi yang terjadi. Ia menegaskan bahwa bencana ini merupakan faktor alam yang berada di luar kendali manusia.
“Saya mohon doa dan kesabaran dari masyarakat. Ini murni akibat cuaca ekstrem di luar mitigasi kita. Pemerintah daerah justru berkomitmen memberikan pelayanan terbaik, dan sebelumnya proses pembangunan jembatan sudah berjalan dengan baik,”ungkapnya.
Baca Juga:Situ Cipanten Jadi Primadona, Momen Lebaran Dikunjungi 20 Ribu Lebih WisatawanBPBD Kuningan Tangani Longsor Ciniru Pasca Lebaran, Warga Diminta Waspada
Kepala Pelaksana (Kalaks) BPBD Kuningan Indra Bayu Permana menjelaskan bahwa sebelum kejadian, progress pembangunan jembatan berjalan cukup baik. Beberapa bagian konstruksi bahkan telah mendekati tahap penyelesaian.
