Pertama, tentu saja karena ini adalah laga uji coba. Kemudian, Herdman pastinya masih mencari komposisi terbaik timnas dan untuk mendapatkannya, ia harus memberikan kesempatan pada pemain lainnya.
Pasalnya tidak banyak waktu bagi Herdman untuk segera menemukan komposisi ideal bagi timnas. Pada tahun ini timnas sudah harus bermain di Piala AFF dan FIFA ASEAN Cup. Lalu tahun depan mengikuti Piala Asia 2027 sebelum bermain di Kualifikasi Piala Dunia 2030.
“Saya pikir perjalanan kami masih sangat panjang dan kami akan menghadapi pertandingan sulit melawan Bulgaria. Kami berhasil merotasi cukup banyak pemain, jadi kami menantikan final FIFA Series pada hari Senin,” kata Herdman dikutip dari Antara.
Baca Juga:Jaksa Persidangan Kasus Gedung Setda Kota Cirebon Luruskan soal Barang Bukti, Eksepsi Azis Cs DitolakMulai Hari Ini, Negara Kunci Medsos Anak, Menkomdigi: Ini Hasil Diskusi Panjang
Para pemain yang bermain di kompetisi Eropa bisa saja diberi kesempatan main sejak menit awal. Pasalnya, Herdman mengakui timnya tidak boleh melakukan kesalahan dalam pertandingan melawan Bulgaria.
“Jika kita masih bermain individual melawan Bulgaria, kita akan mati di 10 menit pertama. Mereka akan membunuh kita. Jadi, para pemain tahu, kita harus berkomitmen pada taktik sejak menit pertama melawan Bulgaria,” tambahnya.
Di sisi lain, Indonesia dan Bulgaria berasal dari konfederasi yang berbeda, yakni Asia (AFC) dan Eropa (UEFA). Perbedaan ini membuat keduanya hampir tidak pernah bertemu di level internasional. Hal itu terlihat dari rekor pertemuan yang hanya mencatat satu laga sepanjang sejarah.
Satu-satunya duel antara Indonesia dan Bulgaria terjadi 53 tahun lalu, tepatnya pada 4 Februari 1973, yang berakhir dengan kemenangan Bulgaria 4-0. Sejak saat itu, kedua tim belum pernah lagi saling berhadapan, baik dalam pertandingan resmi maupun uji coba.
Di era sepak bola modern, kekuatan Indonesia mengalami perkembangan signifikan berkat hadirnya pemain muda berbakat serta pemain keturunan yang berkarier di Eropa. Kondisi ini membuka peluang terciptanya pertandingan yang ketat dan menarik pada final FIFA Series 2026.
Perkembangan pesat tersebut juga tercermin dari total nilai pasar skuad Indonesia yang kini melampaui Bulgaria, yakni Rp533,18 miliar dibanding Rp517,10 miliar. Jay Idzes menjadi pemain dengan nilai tertinggi di kubu Indonesia sebesar Rp173,82 miliar, sedangkan Rosen Bozhinov tercatat sebagai pemain termahal Bulgaria dengan nilai Rp69,53 miliar.
