RADARCIREBON.ID – Wajah Terminal Tipe A (TTA) Harjamukti Kota Cirebon hari ini adalah sebuah paradoks. Di satu sisi, ia bersolek dengan kemegahan gedung baru. Fasilitasnya setara bandara.
Namun di sisi lain, terminal ini seperti raksasa yang ditinggalkan. Marwahnya sebagai pusat integrasi transportasi seolah menguap ke aspal jalan raya.
​Pantauan langsung di lokasi pada Minggu siang (29/3/2026), menunjukkan pemandangan yang memprihatinkan. Matahari Cirebon menyengat tepat di atas kepala, seolah mempertegas kekosongan di dalam gedung.
Baca Juga:Jaksa Persidangan Kasus Gedung Setda Kota Cirebon Luruskan soal Barang Bukti, Eksepsi Azis Cs DitolakMulai Hari Ini, Negara Kunci Medsos Anak, Menkomdigi: Ini Hasil Diskusi Panjang
Masuk ke area ruang tunggu keberangkatan, pengunjung akan disambut oleh kemewahan arsitektur modern. Lantai granit putih yang luas mengkilap bersih, memantulkan cahaya dari langit-langit gedung yang tinggi.
Ya, gedung terminal ini modern. Bersih. Terawat. Langit-langitnya tinggi dengan pencahayaan alami yang cukup. Sebuah papan penunjuk arah berwarna biru bertuliskan “RUANG TUNGGU KEBERANGKATAN” menggantung tegak. Di bawahnya, lantai yang resik menunjukkan kinerja petugas kebersihan yang tak pernah absen menyeka debu. Namun, kemewahan ini kontras dengan aktivitas di jalur lintasan.
​Melangkah lebih dalam ke area peron atau jalur lintasan bus. Di bawah naungan atap peron yang megah dengan struktur baja melengkung, aktivitas transportasi justru minim. Yang terlihat justru aktivitas ekonomi informal. Area peron beralih fungsi menjadi pasar dadakan.
​Para pedagang asongan menggelar dagangan di atas lantai terminal yang bersih. Mereka duduk bersimpuh di samping bus-bus yang mati mesinnya. Ada mi instan seduh, kopi, hingga makanan ringan yang tertata rapi di atas nampan plastik. Botol-botol air mineral berjejer di atas lantai granit. Para kru bus dan segelintir penumpang tampak makan di sana, menjadikan area terminal yang mahal ini tak ubahnya selasar pasar tumpah.
​Kondisi di dalam gedung ini sangat kontras dengan laporan data arus balik Lebaran 2026. Berdasarkan laporan resmi TTA Harjamukti periode 28-29 Maret 2026, sebenarnya terjadi lonjakan penumpang. Total kedatangan penumpang mencapai 372 orang, naik 13 persen dibanding periode yang sama tahun 2025 yang hanya 330 orang. Sektor keberangkatan pun tetap stabil di angka 465 orang.
