Terminal Harjamukti Kota Cirebon Megah Tapi Sepi Penumpang, Bus Ngetem di Luar Pagar

Terminal Harjamukti Kota Cirebon
SEPI: Kondisi Terminal Tipe A Harjamukti, Minggu (29/3/2026). Terminal ini tetap sepi meski gedung baru dengan fasilitas modern setara bandara. Foto: Ade Gustiana/Radar Cirebon
0 Komentar

​Total ada 514 orang pemudik yang tiba menggunakan armada mudik gratis hasil kolaborasi berbagai instansi. Mulai dari PT Pertamina, Partai PAN, Danantara Indonesia BUMN, Kemenhub, hingga Dishub. Armada ini melayani rute dari Jakarta, Depok, Poris, Tangerang, dan Serang dengan tujuan akhir Cirebon.

Keberhasilan penanganan mudik gratis ini menunjukkan bahwa sistem di dalam terminal sebenarnya berjalan sangat baik. ​Namun, kedisiplinan bus-bus reguler masih jauh panggang dari api. Ketidakteraturan di luar terminal ini berdampak sistemik pada visi pengembangan terminal ke depan.

Pengelola terminal sebenarnya memiliki ambisi besar untuk menghidupkan sektor UMKM di dalam area gedung. Tujuannya jelas, menjadikan terminal sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Cirebon. “Kami ingin meramaikan lagi terminal dengan fasilitas yang sudah bagus. Transportasinya ingin diramaikan, lalu menggandeng UMKM. Tapi ternyata tidak semudah itu jika di depannya masih bocor. Bagaimana UMKM mau laku kalau penumpangnya saja dicegat di luar?” keluh Joko.

Baca Juga:Jaksa Persidangan Kasus Gedung Setda Kota Cirebon Luruskan soal Barang Bukti, Eksepsi Azis Cs DitolakMulai Hari Ini, Negara Kunci Medsos Anak, Menkomdigi: Ini Hasil Diskusi Panjang

​Setiap hari, petugas terminal rutin melakukan pengecekan kendaraan. Keselamatan penumpang menjadi prioritas utama di dalam area TTA Harjamukti. Namun, standar keselamatan ini seolah tidak berlaku bagi bus yang memilih ngetem di jalan raya. Mereka lolos dari ramcheck dan luput dari pemeriksaan dokumen teknis.

​Kondisi ini menciptakan persaingan yang tidak sehat. Pengusaha bus yang patuh masuk terminal harus bersabar menunggu penumpang yang sangat sedikit. Sementara bus yang nakal di pinggir jalan justru meraup untung lebih banyak karena memotong jalur perjalanan penumpang.

Dampaknya terasa di jalur Bypass. Terminal yang seharusnya berfungsi mengurai kepadatan lalu lintas, justru menjadi titik sumbatan karena kendaraan ngetem tepat di depan pintu masuknya. Bus-bus yang parkir di bahu jalan memakan hampir setengah lajur jalan utama. Pengendara motor harus ekstra waspada saat melintas di area tersebut.

​Visi integrasi transportasi yang dicanangkan pemerintah pusat melalui revitalisasi terminal tipe A nampaknya belum sinkron dengan penegakan hukum di tingkat daerah. Terminal yang megah seperti Harjamukti hanya akan menjadi monumen jika tidak dibarengi dengan tindakan tegas terhadap terminal-terminal bayangan.

0 Komentar