Keberadaan terminal yang tertib dan aman dibutuhkan oleh masyarakat. TTA Harjamukti telah menyediakan ruang tunggu yang bersih, toilet yang terawat, dan sistem informasi yang jelas. Namun, kenyamanan tersebut masih dipengaruhi oleh beberapa faktor lain, seperti keberadaan calo dan ketersediaan angkutan pengumpan (feeder) yang masuk ke dalam terminal. “Kami akan terus berupaya melobi instansi terkait. Baik untuk urusan transportasi maupun UMKM. Meskipun tidak gampang, kami ingin marwah terminal ini kembali. Terminal bukan hanya tempat bus lewat, tapi pusat pelayanan publik yang bermartabat,” jelas Joko.
Ia berharap, pada puncak arus balik yang masih tersisa, koordinasi lintas sektoral bisa lebih konkret. Anggaran penindakan yang selama ini menjadi kendala diharapkan segera turun agar fungsi jalan raya kembali normal dan fungsi terminal kembali optimal. (ade)
