RADARCIREBON.ID – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kuningan pada tahun anggaran 2025 tidak mencapai target yang ditetapkan. Hal tersebut terungkap, dalam rapat paripurna penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Bupati Tahun 2025 yang digelar di Gedung DPRD Kuningan.
Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Kuningan, Nuzul Rachdy didampingi unsur pimpinan DPRD lainnya yakni H Ujang Kosasih, Saw Tresna Septiani, dan H Dwi Basyuni Natsir.
Dalam penyampaiannya, Bupati Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar memaparkan kinerja pengelolaan keuangan daerah sepanjang tahun 2025. Ia menjelaskan, total pendapatan daerah direncanakan sebesar Rp2,825 triliun, namun realisasinya hanya mencapai Rp2,641 triliun atau 93,50 persen.
Baca Juga:Penyapu Koin Kucing-kucingan, Petugas Gabungan Patroli di Jembatan SewoMengenal Emilia Achmadi, Sosok Ahli Gizi di Balik Transformasi Timnas Indonesia Era John Herdman
“Dari total tersebut, Pendapatan Asli Daerah (PAD) ditargetkan sebesar Rp479 miliar, namun terealisasi Rp379 miliar atau hanya mencapai 79,30 persen,” ujarnya.
Sementara itu, pendapatan transfer menjadi penopang utama dengan realisasi Rp2,214 triliun atau 96,41 persen dari target Rp2,297 triliun. Adapun lain-lain pendapatan daerah yang sah terealisasi Rp46 miliar atau 95,82 persen dari target Rp49 miliar.
Di sisi belanja, pemerintah daerah menganggarkan Rp2,91 triliun dengan realisasi sebesar Rp2,69 triliun atau 92,37 persen. Belanja tersebut terdiri dari belanja operasi sebesar Rp2,01 triliun (90,44 persen), belanja modal Rp172 miliar (95 persen), belanja tidak terduga Rp11,96 miliar (99,68 persen), serta belanja transfer Rp492,35 miliar (99,96 persen).
Berdasarkan struktur APBD 2025, Pemkab Kuningan merencanakan defisit anggaran sebesar Rp94 miliar. Namun hingga akhir periode pelaporan, realisasi defisit tercatat Rp54 miliar atau 58,34 persen dari target.
Untuk menutup defisit tersebut, pemerintah daerah mengoptimalkan pembiayaan daerah yang direncanakan Rp94 miliar, dengan realisasi mencapai Rp92 miliar atau 97,90 persen.
Dia merinci, penerimaan pembiayaan daerah mencapai Rp117 miliar atau 98,34 persen dari target Rp119 miliar. Sumber pembiayaan berasal dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun sebelumnya sebesar Rp20 miliar serta pinjaman daerah sebesar Rp97 miliar.
“Pinjaman daerah tersebut terdiri dari pinjaman jangka pendek sebesar Rp25 miliar dan pinjaman jangka menengah sebesar Rp74 miliar,” jelasnya.
Baca Juga:Barcelona Siap Lepas Ferran Torres untuk Datangkan Striker AnyarArus Balik Lebaran Dongkrak Penjualan Oleh-oleh di Pantura Indramayu, Omzet Naik hingga 90 Persen
Sementara pada sisi pengeluaran pembiayaan, pemerintah daerah telah merealisasikan pembayaran cicilan pokok utang sebesar Rp25 miliar atau 100 persen dari target.
