Setiap barang seserahan ini ia kelompokan sesuai jenis lalu disusun dalam kotak dan dihias dengan teknik lipatan juga dekorasi bunga yang cantik. Box seserahan pun terlihat estetik dengan konsep modern. “Seserahan bukan sekadar hantaran tapi mengandung doa dan harapan bagi pasangan yang akan memulai kehidupan baru di setiap detail yang ia hadirkan,” ungkapnya.
Dalam menjalankan bisnis rumahannya ini, Vica aktif membuat konten di sosial media. Setiap harinya ia membuat satu konten untuk terus mengenalkan bisnisnya pada masyarakat lebih luas lagi. Meski dirasakan cukup berat, namun hasilnya pun tak main-main.
Kini bukan hanya calon pengantin di Cirebon yang menggunakan jasa seserahannya. Sejumlah calon mempelai dari berbagai negara juga turut memesan. “Beberapa kali saya dapat pesanan dari pasangan yang tinggal di luar negeri dan hendak menikah di Cirebon. Bulan ini ada juga calon mempelai dari Jepang dan Taiwan yang memesan dan hendak melangsungkan pernikahan di Cirebon,” katanya.
Baca Juga:Pekan Ini Tersangka Korupsi Kredit Macet Bank Cirebon Diumumkan? Hasil Audit BPK Sudah AdaTerminal Harjamukti Kota Cirebon Megah Tapi Sepi Penumpang, Bus Ngetem di Luar Pagar
Baginya, selain berinovasi, memperluas pasar menggunakan media sosial harus terus dilakukan untuk kemajuan usahanya. Ia yakin meski hanya berangkat dari rumah, usaha yang ditekuni dengan terus beradaptasi pada kemajuan dunia digital akan tetap bertahan dan terus diminati. Meski bisnis kerap naik turun, konsisten dalam membuat konten tetap dilakukan Vica.
“Bisnis seserahan ini tentu naik turun. Di bulan Syawal permintaan meningkat, setelah ini bulan kapit (dalam tradisi Jawa, dianggap sebagai pantangan untuk menikah, red) akan turun drastis. Namun setelah Idul Adha angka pernikahan kembali meningkat,” tukasnya. (apr)
