Bupati Indramayu Tinjau Langsung TPA Sampah, Minta Masyarakat Buang Sampah pada Tempatnya

Kecamatan Krangkeng
TURUN LANGSUNG: Bupati Indramayu Lucky Hakim gerak cepat meninjau TPA sampah di jalan desa yang masuk wilayah Kecamatan Krangkeng, Senin 30 Maret 2026. Foto: ISTIMEWA/RADAR INDRAMAYU
0 Komentar

INDRAMAYU – Persoalan sampah di Kabupaten Indramayu mengundang perhatian serius Bupati Indramayu Lucky Hakim. Ia pun langsung bergerak cepat (gercep) menindaklanjuti laporan masyarakat terkait penumpukan sampah di sejumlah titik yang kerap menimbulkan bau tidak sedap.

Usai memimpin upacara sekaligus menghadiri acara halalbihalal bersama jajaran ASN di lingkungan Pemkab Indramayu, Bupati Lucky Hakim langsung meninjau sejumlah titik tempat pembuangan akhir (TPA) sampah, Senin (30/3/2026).

Pantauan Radar Indramayu yang ikut bersama rombongan bupati, sekitar pukul 14.00, Bupati Lucky didampingi Camat Juntinyuat Ali Alamudin MPIpan serta Kuwu Juntinyuat Karbol, mengecek TPA yang berlokasi di dekat Jembatan Pantai Glayem.

Baca Juga:PAD Tak Capai Target, Realisasi Pendapatan Kuningan 2025 Hanya 93,5 PersenPenyapu Koin Kucing-kucingan, Petugas Gabungan Patroli di Jembatan Sewo

Dua hari sebelumnya, petugas kebersihan telah melakukan pengangkutan tumpukan sampah dengan kondisi bau menyengat. Kondisi diperparah karena masih banyak warga yang membuang sampah tidak pada bak yang telah disediakan. Sehingga sepanjang jalan dipenuhi tumpukan sampah.

“Kami sengaja cek langsung ke lokasi TPA untuk melihat kondisi di lapangan sekaligus mencari solusi perbaikan ke depan agar masyarakat membuang sampah pada tempatnya,” ujar Lucky kepada Radar Indramayu.

Selanjutnya, Bupati Lucky juga mengecek lokasi TPA yang berada di dekat Kantor Polsek Juntinyuat. Jarak antartitik TPA yang berdekatan dengan kondisi yang cukup parah, membuat area tersebut dipenuhi sampah yang dibuang sembarangan oleh warga.

Peninjauan kemudian dilanjutkan ke wilayah Kecamatan Krangkeng. Di belakang Kantor Koramil Krangkeng, tampak tumpukan sampah menggunung. Bahkan, di sepanjang jalan menuju sejumlah desa, terlihat warga masih membuang sampah sembarangan. Puluhan petugas kebersihan dengan bantuan alat berat dikerahkan untuk mengangkut sampah yang sudah membusuk.

Diakui Lucky, peninjauan ini merupakan respons cepat atas meningkatnya volume sampah pasca Lebaran yang menyebabkan penumpukan di berbagai titik, termasuk di pinggir jalan dan bak penampungan.

“Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan harus segera ditangani. Kami tidak tinggal diam menghadapi persoalan ini,” tegasnya.

Menurutnya, peningkatan volume sampah setelah Lebaran cukup signifikan, sehingga diperlukan langkah cepat dan terukur agar tidak mengganggu kenyamanan masyarakat.

0 Komentar