Salah satu prajurit yang gugur sebelumnya diketahui berasal dari Yonif 113/Jaya Sakti, Brigade Infanteri 25/Siwah, Kodam Iskandar Muda, Aceh. Prajurit tersebut bernama Praka Farizal Rhomadhon. Kepergiannya menjadi duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi seluruh bangsa Indonesia.
Insiden ini kembali mengingatkan akan besarnya risiko yang dihadapi para prajurit dalam menjalankan misi perdamaian dunia. Dedikasi dan pengorbanan mereka menjadi simbol komitmen Indonesia dalam menjaga stabilitas dan perdamaian internasional, meskipun harus dibayar dengan harga yang sangat mahal. (dsw)
