KUALA LUMPUR – Tim bola basket putra GMC Cirebon kelompok umur (KU) 14 sukses mengharumkan nama daerah di kancah internasional. Mereka berhasil meraih posisi runner-up dalam ajang Asia Pacific Cup 2026 yang digelar di Kuala Lumpur, 25–29 Maret 2026.
Perjalanan GMC Cirebon terbilang impresif sejak fase awal. Mereka tampil dominan dengan mengalahkan tuan rumah HOS Malaysia dengan skor 47-21. Kemudian, menundukkan Alfa Penguin Batam 67-32. Tren positif berlanjut saat mereka menang telak atas Mahanama Sri Lanka dengan skor mencolok 83-19.
Memasuki babak gugur, performa GMC tetap konsisten. Pada perempat final, mereka kembali mengalahkan wakil Malaysia, GK Serdang, dengan skor 62-29. Sementara di semifinal, GMC tampil solid saat menghadapi sesama tim Indonesia, BBA Bali, dan menang dengan skor 41-24.
Baca Juga:PAD Tak Capai Target, Realisasi Pendapatan Kuningan 2025 Hanya 93,5 PersenPenyapu Koin Kucing-kucingan, Petugas Gabungan Patroli di Jembatan Sewo
Laga final yang berlangsung Minggu (29/3), mempertemukan dua wakil Indonesia dalam duel bertajuk All Indonesian Final. GMC Cirebon berhadapan dengan Roar Indonesia dalam pertandingan yang berlangsung ketat.
Namun, pada partai puncak tersebut, GMC harus mengakui keunggulan lawannya. Roar Indonesia tampil lebih efektif dan menutup pertandingan dengan kemenangan 49-33, sekaligus menggagalkan ambisi GMC untuk meraih gelar juara.
Manajer tim GMC Cirebon, Robert Sindunata tetap memberikan apresiasi atas perjuangan anak asuhnya. Ia menilai, capaian ini merupakan hasil kerja keras tim selama proses persiapan hingga pertandingan.
“Anak-anak sudah bermain luar biasa dari awal hingga final. Ini menjadi pengalaman berharga bagi mereka ke depannya,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan menembus final dalam turnamen yang diikuti peserta dari 18 negara menjadi bukti bahwa talenta muda Cirebon mampu bersaing di level internasional.
“Ini bukan sekadar hasil, tetapi juga proses pembelajaran. Kami optimistis ke depan bisa tampil lebih baik lagi,” tegasnya.
Diketahui, tim GMC Cirebon dilatih oleh coach Owen. Pencapaian ini sekaligus menegaskan potensi besar bola basket usia muda Indonesia di kawasan Asia Pasifik. (awr)
