Cirebon Miliki Salam Baru; 'Kula – Nuun', Apa Maknanya?

salam kula nun
Salam Kula Nun diperkenalkan di Hari Jadi Kabupaten Cirebon. Foto: Pemkab Cirebon - radarcirebon.id
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Ada yang baru dalam gelaran ulang tahun ke-544 Kabupaten Cirebon, hari ini, Kamis 2 April 2026. Pemkab Cirebon akan memperkenalkan salam baru. Namanya salam; “Kula – Nuun”.

Oleh: Yanto S Utomo

Lalu, apa arti dari salam itu? Untuk menjawabnya yang paling bijak menunggu penjelasan resmi dari pihak Pemkab Cirebon. Tentu munculnya salam tersebut, sudah melalui kajian dan masukan dari para ahli bahasa Cirebon.

Memang harus diakui, dalam beberapa gelaran hari jadi Kabupaten Cirebon, selalu ada yang menarik dan ada yang baru. Misalnya beberapa tahun lalu, Pemkab Cirebon memperkenalkan motto; “Cirebon Katon”. Motto tersebut hingga sekarang masih membekas.

Baca Juga:Peran Baru Calvin Verdonk Jadi Sorotan di Laga Timnas Indonesia vs BulgariaPrioritaskan Keselamatan Jamaah HajiĀ 

Motto, tagline atau Jargon “Cirebon Katon” itu berasal dari bahasa Jawa. “Katon” berarti “terlihat”, “tampak” atau “ketahuan”. Jargon itu mengandung makna wujud doa dan tekad agar Cirebon menjadi daerah yang transparan, maju, berprestasi, dan potensinya terlihat jelas.

Nah, pada hari jadi kali Pemkab Cirebon memperkenalkan salam baru; “Kula – Nuun”. Tapi apakah setelah ada salam baru tersebut, tagline “Cirebon Katon” akan tidak berlaku lagi?

Sepertinya tidak. “Cirebon Katon” itu merupakan jargon, sementara “Kula – Nuun” adalah salam.

Jargon itu merupakan kalimat singkat, padat, dan mudah diingat. Biasanya digunakan dalam pemasaran untuk menggambarkan esensi, visi, misi, atau keunggulan produk atau obyek tertentu.

Sementara salam itu biasanya merupakan kata yang digunakan pembicara untuk membuka dan menutup pembicaraan. Yang kemudian juga akan dibalas dengan kata yang sama atau berbeda dari lawan bicara atau audiens.

Banyak daerah sudah menerapkan salam itu. Di antaranya Lampung. Tempat lahir saya ini sudah lama menggunakan salam daerah. Namanya “Tabik – Puun. Jika pembicara mengatakan; “Tabik”. Kemudian audiens menjawab; “Puun”. Artinya mohon maaf, permisi, atau salam hormat.

Nah, salam model Lampung ini kemungkinan yang akan diterapkan di Kabupaten Cirebon. Jika pembicara mengatakan; “Kula”, kemudian audiens akan menjawab; “Nuun”.

0 Komentar