Alasan Bupati Lucky Hakim Tolak Koin dari KOMPI, Minta Perbaikan Fasum dan Ajak Dialog

koin untuk perbaikan fasum
TEGANG: Bupati Indramayu Lucky Hakim didampingi Sekda Indramayu Aep Surahman menemui perwakilan  KOMPI yang menyerahkan koin untuk perbaikan fasum yang dirusak saat aksi unjuk rasa, Senin (6/4). Foto: ADUN SASTRA/RADAR INDRAMAYU
0 Komentar

INDRAMAYU – Bupati Indramayu, Lucky Hakim, didampingi Sekda Aep Surahman, menemui perwakilan Koalisi Masyarakat Pesisir Indramayu (KOMPI) di Pendopo Kabupaten Indramayu.

Pertemuan tersebut berlangsung saat perwakilan KOMPI menyerahkan koin yang disebut sebagai bentuk ganti rugi atas kerusakan fasilitas umum (fasum) akibat aksi unjuk rasa di Alun-alun Pendopo Indramayu beberapa hari lalu.

Namun, Bupati Lucky menolak penyerahan koin tersebut. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak pernah meminta ganti rugi dalam bentuk uang.

Baca Juga:Prediksi Sporting Lisbon vs Arsenal di Liga Champions: Duel MantanLeeds United Melaju ke Semifinal Piala FA Usai Singkirkan West Ham United, Akhiri Penantian 39 Tahun

“Penyerahan koin itu hak KOMPI, tetapi pemerintah daerah tidak meminta uang. Yang kami harapkan adalah perbaikan fasilitas umum yang telah dirusak,” tegas Lucky di hadapan perwakilan KOMPI yang dipimpin Ketua KOMPI H Darsam, didampingi Sekjen H Labib dan koordinator lapangan, Hatta.

Suasana sempat memanas ketika bupati mempertanyakan sikap KOMPI yang selama ini menolak program Proyek Strategis Nasional (PSN) revitalisasi tambak nila di wilayah Pantura, namun belum pernah mengajukan audiensi resmi.

“Saya minta dijawab dengan jujur, apakah KOMPI pernah mengajukan audiensi? Karena sampai saat ini belum ada surat yang masuk,” ujarnya.

Ketua KOMPI, H Darsam mengakui bahwa pihaknya memang belum pernah mengajukan permohonan audiensi kepada bupati. “Memang benar, kami belum pernah mengirim surat untuk audiensi,” ungkapnya di hadapan jajaran Forkopimda.

Sementara itu, Sekjen KOMPI, H Labib tetap meminta agar koin senilai Rp100 juta diterima sebagai bentuk tanggung jawab massa aksi.

“Kami datang bukan untuk berdebat, hanya ingin menyerahkan koin sebagai ganti rugi kerusakan fasilitas umum,” ujarnya, didampingi Hatta dan sesepuh KOMPI, H Sudarsono.

Meski demikian, Bupati Lucky tetap menolak menerima koin tersebut. Ia kembali menegaskan bahwa yang dibutuhkan adalah perbaikan fasilitas, bukan uang. Bupati juga membuka ruang dialog dengan mengundang perwakilan KOMPI untuk berdiskusi langsung di dalam pendopo. “Silahkan, mari kita berdialog di dalam. Kami siap menampung semua aspirasi,” ajak bupati.

Baca Juga:Kapten Manchester City, Bernardo Silva, Dikabarkan Akan Tinggalkan Stadion Etihad di Akhir MusimPrediksi Real Madrid vs Bayern Muenchen, Duel Raksasa Eropa

Ajakan tersebut disambut baik, namun perwakilan KOMPI memilih menunda dialog. “Terima kasih Pak Bupati, untuk saat ini kami belum bisa. Sebenarnya ini yang kami harapkan sejak dulu, dan jika komunikasi seperti ini terjalin sejak awal, mungkin situasinya tidak akan seperti sekarang,” ujar Hatta.

0 Komentar