Jelang Derbi Jawa Timur 28 April, Duel Arema FC vs Persebaya Tidak Lagi Mencekam

Arema FC
KESEPAKATAN: Penandatanganan nota kesepahaman yang memuat enam poin komitmen bersama antara suporter Arema FC, suporter Persebaya, dan pihak lainnya. Foto: AREMAFC
0 Komentar

PERTANDINGAN derbi Jawa Timur antara Arema FC dan Persebaya Surabaya yang selama ini identik dengan tensi tinggi dan rivalitas sengit, kini membawa nuansa berbeda. Menjelang laga di Stadion Kanjuruhan pada 28 April 2026 nanti, semangat perdamaian justru digaungkan dari Malang Raya.

Semua berlumpul satu tempat. Pemerintah, dua suporter Arema FC dan Persebaya. Atmosfer penuh kebersamaan terasa dalam kegiatan konsolidasi bertajuk Arema One Blood yang digelar di Pendopo Panji Kantor Pemkab Malang, Kepanjen, akhir pekan lalu. Ribuan Aremania hadir bersama panitia Arema FC untuk menyatukan komitmen menciptakan sepak bola yang aman dan damai.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Malang Raya, perwakilan komunitas suporter, hingga koordinator lapangan dari berbagai wilayah seperti Malang Raya, Blitar, dan Pasuruan. Kehadiran aparat kepolisian turut menunjukkan keseriusan semua pihak dalam menjaga keamanan pertandingan.

Baca Juga:Prediksi Sporting Lisbon vs Arsenal di Liga Champions: Duel MantanLeeds United Melaju ke Semifinal Piala FA Usai Singkirkan West Ham United, Akhiri Penantian 39 Tahun

General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi menegaskan bahwa momen ini sangat penting untuk membangun fondasi sepak bola yang sehat dan berkelanjutan. Ia menilai kolaborasi antara klub, pemerintah, dan suporter menjadi kunci utama.

“Sepak bola bukan hanya milik klub, melainkan milik bersama. Sinergi antara pemerintah daerah, klub, dan suporter adalah hal yang tidak bisa ditawar. Kami ingin sepak bola menjadi alat pemersatu,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa Aremania memiliki peran besar dalam menjaga keberlangsungan klub. Konsolidasi ini disebut bukan sekadar agenda biasa, tetapi langkah nyata untuk mempererat persaudaraan.

“Arema bukan hanya soal hasil pertandingan, tetapi juga tentang menjaga nilai persaudaraan dan kehormatan sepak bola Malang Raya,” tambahnya.

Dukungan pemerintah dinilai sangat penting dalam mendorong prestasi klub, mulai dari regulasi, pembangunan infrastruktur, hingga pembinaan pemain usia muda.

Momen haru terjadi ketika legenda Arema, Ovan Tobing, memberikan pesan penuh makna. Ia mengajak Aremania untuk menunjukkan kedewasaan dalam mendukung tim.

“Kita harus membuktikan bahwa kita bisa berubah. Bukan hanya soal pertandingan, tapi bagaimana kita menjamin keamanan dan kenyamanan tim tamu sejak datang hingga pulang,” ungkapnya.

0 Komentar