Ia juga mengingatkan agar kejadian kelam di masa lalu tidak terulang kembali. Menurutnya, laga melawan Persebaya akan menjadi perhatian luas sehingga semua pihak harus menjaga nama baik Malang Raya.
“Cukup satu kejadian saja. Jangan sampai terulang. Mari kita tunjukkan bahwa kita bisa menjadi tuan rumah yang baik dan bertanggung jawab,” tegasnya yang disambut tepuk tangan meriah.
Sebagai penutup, dilakukan penandatanganan nota kesepahaman yang memuat enam poin komitmen bersama. Dokumen ini menjadi simbol keseriusan dalam mewujudkan sepak bola tanpa kekerasan.
Baca Juga:Prediksi Sporting Lisbon vs Arsenal di Liga Champions: Duel MantanLeeds United Melaju ke Semifinal Piala FA Usai Singkirkan West Ham United, Akhiri Penantian 39 Tahun
Enam poin tersebut mencakup larangan segala bentuk tindakan anarkis, penghormatan kepada tim tamu dan perangkat pertandingan, serta koordinasi yang solid antara panitia, suporter, dan aparat keamanan. Selain itu, ditegaskan pula penerapan sanksi tegas bagi pelanggaran serta peningkatan edukasi sportivitas bagi generasi muda. (mid)
