RADARCIREBON.ID – Pekerjaan pembongkaran jembatan rel kereta api di Kalibaru, Kota Cirebon, terhenti. Sejumlah material rel masih tersisa di dasar sungai. Sebagian bahkan terlihat tenggelam di air yang keruh.
Aktivitas pengangkatan material jembatan rel kereta api Kalibaru belum berlanjut. Di lokasi, tidak terlihat adanya pekerja maupun alat berat yang melakukan pembongkaran lanjutan.
Sisa rangka besi rel masih berada di badan sungai. Beberapa bagian rangka baja terlihat terendam air. Sebagian lain tampak tergeletak di tepian sungai. Air sungai terlihat keruh. Permukaan air dipenuhi sampah plastik dan limbah rumah tangga yang terbawa arus. Di beberapa titik, sampah bahkan menumpuk hingga membentuk hamparan padat.
Baca Juga:Tambah Anggaran Rp24,8 Triliun, Usulan Menag untuk Madrasah dan Sekolah KeagamaanPolemik Pembongkaran Jembatan Rel Kalibaru, KAI Koordinasi Internal, Komunikasi dengan Disbudpar Sudah Jalan
Jembatan rel lama yang sebelumnya melintang di atas Sungai Kalibaru kini sudah tidak utuh. Sebagian struktur telah diangkat. Namun beberapa rangka baja masih tersisa di dasar sungai.
Rangka besi berwarna kecokelatan tampak menjorok ke tengah aliran air. Beberapa potongan logam terlihat terpisah dan tenggelam sebagian.
Struktur itu menjadi satu-satunya penanda bahwa lokasi tersebut sebelumnya merupakan jalur rel lama.
Di bagian hilir sungai, terlihat hamparan sampah yang mengumpul di permukaan air. Sampah plastik, styrofoam, hingga potongan kayu bercampur dengan tanaman air. Kondisi ini menunjukkan aliran Sungai Kalibaru masih membawa banyak limbah kiriman.
Ketua RT/RW 2/1 Kampung Kegiren, Kelurahan Kejaksan, Kota Cirebon, Taufik Budiardjo, mengatakan pengerjaan di lokasi tersebut sudah cukup lama tidak berjalan. Menurutnya, aktivitas normalisasi sungai berhenti sejak Ramadan.
“Sudah sekitar dua minggu lebih tidak ada pengerjaan lanjutan untuk normalisasi sungai,” ujarnya kepada Radar Cirebon.
Ia mengaku belum mendapatkan informasi resmi terkait penghentian sementara pekerjaan tersebut. Namun dari informasi yang beredar di lapangan, proyek tersebut diduga terkendala pencairan anggaran. “Yang saya dengar dananya belum turun,” katanya.
Baca Juga:Jaksa Panggil Saksi Bank Cirebon, Semakin Terang setelah Ada Hasil Audit BPK, Kerugian Negara Sekitar Rp30 MDimulai, SDN Kota Cirebon KBM 5 Hari, Jalan Pekan Ini, Disdik Sebut Uji Coba
Pria yang akrab disapa Tyson ini menuturkan warga sekitar juga mempertanyakan kelanjutan proyek penataan sungai tersebut. Pasalnya, kondisi di lapangan menunjukkan pekerjaan belum rampung sepenuhnya.
Menurutnya, proses normalisasi sungai yang dilakukan sebelumnya juga dinilai belum maksimal. Pengerukan sedimentasi disebut tidak dilakukan secara mendalam.
