Jembatan Rel Kalibaru Dibongkar, Pekerjaan Terhenti, Sisa Material Masih Tenggelam di Sungai

Pekerjaan Jembatan Rel Kalibaru Terhenti
TERHENTI: Aktivitas pengangkatan material jembatan rel kereta api Kalibaru belum berlanjut hingga Senin siang (6/4/2026). Foto: Ade Gustiana/Radar Cirebon
0 Komentar

Ia menyebut terakhir pekerjaan sempat dilakukan menggunakan satu alat berat dan tiga kendaraan pengangkut material. “Saya rasa itu kurang maksimal,” katanya.

Tyson juga menyoroti keberadaan sisa material rel yang masih berada di aliran Sungai Kalibaru. Ia mengatakan dalam beberapa hari terakhir tidak ada lagi aktivitas pengangkutan material. “Sekitar sudah empat hari berhenti. Tidak ada lagi yang mengangkut sisa material rel,” ujarnya.

Meski demikian, ia menilai keberadaan rel lama di lokasi tersebut memang perlu ditertibkan. Struktur rel yang melintang di atas sungai dinilai terlalu rendah.

Baca Juga:Tambah Anggaran Rp24,8 Triliun, Usulan Menag untuk Madrasah dan Sekolah KeagamaanPolemik Pembongkaran Jembatan Rel Kalibaru, KAI Koordinasi Internal, Komunikasi dengan Disbudpar Sudah Jalan

Menurutnya, rencana penataan Sungai Sukalila – Kalibaru nantinya memungkinkan adanya jalur perahu kecil yang melintas di aliran sungai. “Sehingga tidak ada bangunan atau material yang menghalangi,” katanya.

Ia menilai kondisi jembatan rel lama memang terlalu rendah terhadap permukaan sungai. Hal itu diduga menjadi salah satu alasan mengapa struktur tersebut perlu dibongkar.

Di lokasi yang sama juga terdapat jaringan pipa gas yang melintang di atas sungai. Keberadaan infrastruktur tersebut dinilai perlu menjadi perhatian dalam proses penataan sungai ke depan.

Selain pembongkaran rel, proyek penataan Sungai Sukalila–Kalibaru sebelumnya juga mencakup kegiatan normalisasi aliran sungai.

Termasuk pengerukan sedimentasi dan pembersihan aliran air. Namun hingga kini aktivitas tersebut belum kembali dilanjutkan. Kondisi di lapangan menunjukkan rumput liar mulai tumbuh di beberapa bagian tepi sungai.

Taufik mengatakan warga sekitar juga mempertanyakan kelanjutan proyek tersebut. Pasalnya sejak beberapa waktu terakhir tidak terlihat lagi aktivitas penataan di lokasi. “Warga juga pada bertanya-tanya, ini kenapa terbengkalai. Tidak ada tindak lanjut lagi penataannya,” katanya.

Selain persoalan proyek normalisasi, kondisi Sungai Kalibaru juga dihadapkan pada persoalan sampah yang terbawa arus dari wilayah lain.

Baca Juga:Jaksa Panggil Saksi Bank Cirebon, Semakin Terang setelah Ada Hasil Audit BPK, Kerugian Negara Sekitar Rp30 MDimulai, SDN Kota Cirebon KBM 5 Hari, Jalan Pekan Ini, Disdik Sebut Uji Coba

Beberapa bulan lalu sempat dipasang jaring penahan sampah di bagian hilir sungai. Tujuannya untuk menahan sampah kiriman agar tidak terus mengalir ke bagian hilir.

Namun menurut Taufik, pengangkutan sampah dari jaring tersebut belum dilakukan secara rutin. “Setelah dipasang beberapa bulan lalu, yang saya tahu baru sekali diangkut,” katanya.

0 Komentar