RADARCIREBON.ID – Setelah sebelumnya menggelar aksi di depan Pendopo Bupati Indramayu dan merasa belum puas dengan hasil audiensi bersama perwakilan Pemerintah Kabupaten Indramayu, Koalisi Masyarakat Pesisir Indramayu (KOMPI) kembali menyuarakan aspirasinya.
Ketua KOMPI, H Darsam menyampaikan, pertemuan tersebut membahas proyek revitalisasi tambak Pantura di Indramayu yang dinilai merugikan para petambak.
“Hasil audiensi tadi cukup memuaskan. DPRD mendukung untuk menghentikan proses revitalisasi tambak Pantura dan siap mengawal tuntutan kami,” ujarnya.
Baca Juga:Prediksi Sporting Lisbon vs Arsenal di Liga Champions: Duel MantanLeeds United Melaju ke Semifinal Piala FA Usai Singkirkan West Ham United, Akhiri Penantian 39 Tahun
Sementara itu, Pembina KOMPI, H Juhadi Muhammad menjelaskan, pihaknya telah tiga kali bertemu dengan unsur Pemerintah Kabupaten Indramayu, namun belum mendapatkan kejelasan. Oleh karena itu, para petambak memilih menyampaikan aspirasi ke DPRD dengan harapan dapat diperjuangkan lebih lanjut.
Ia juga menegaskan bahwa jika program tersebut tetap dijalankan dengan skema kemitraan, maka petambak harus dilibatkan secara langsung dalam pelaksanaannya.
“Terkait konsep kemitraan yang disampaikan DPRD masih belum jelas. Namun, sebelumnya pernah ada program revitalisasi udang, di mana pemerintah menyediakan sarana, prasarana, dan bimbingan teknis. Model seperti itu lebih baik, masyarakat tetap menjadi pelaku utama, sementara pemerintah mendampingi dan membantu pemasaran,” jelas Juhadi.
Setelah audiensi, perwakilan KOMPI melanjutkan aksi dengan mendatangi Pendopo Bupati Indramayu untuk menyerahkan tiga karung berisi uang koin. Uang tersebut merupakan hasil iuran petambak dari tujuh desa.
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab atas kerusakan fasilitas umum di Alun-alun Indramayu yang terjadi saat aksi demonstrasi di depan Pendopo pada Kamis, 2 April 2026. (oni)
