RADARCIREBON.ID – Ancaman kemarau panjang akibat fenomena El Nino mulai diantisipasi serius oleh PDAM Tirta Jati Kabupaten Cirebon.
Meski demikian, kondisi pasokan air bersih saat ini dipastikan masih dalam kondisi aman.
Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Jati Kabupaten Cirebon, Suharyadi SH MH menyatakan, pihaknya telah memetakan potensi cuaca ekstrem berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Baca Juga:Jaminan Perlindungan Pasukan Perdamaian Kasus Amsal Sitepu Seharusnya Bukan Masalah Hukum
Ia menyebutkan, dari total kapasitas produksi air sebesar 861 liter per detik, PDAM masih mampu melayani seluruh pelanggan di wilayah Kabupaten Cirebon.
“Dengan kapasitas yang ada, kondisi saat ini masih aman untuk melayani masyarakat,” ujar Suharyadi.
Namun demikian, lanjutnya, PDAM tetap menyiapkan langkah antisipatif apabila kemarau berlangsung lebih panjang dan berdampak pada penurunan debit air secara signifikan.
Salah satu strategi yang disiapkan adalah penerapan sistem zonasi dalam distribusi air. Skema ini dinilai efektif untuk menjaga pemerataan layanan di tengah keterbatasan pasokan.
“Jika terjadi penurunan debit yang cukup drastis, kami akan menerapkan pembagian zona pelayanan agar distribusi air tetap merata,” jelasnya.
Sebaliknya, jika penurunan debit air tidak terlalu signifikan, pelayanan akan tetap berjalan normal tanpa penerapan sistem zonasi.
Suharyadi menambahkan, PDAM Tirta Jati memiliki sejumlah sumber pasokan air, mulai dari pengolahan air permukaan, mata air, hingga kerja sama antar-PDAM.
Baca Juga:Sudah 40 Pesen, Pembangunan Kopdes Merah Putih Cipanas Dikebut Soroti Dugaan Setoran Kasus, Mahfud MD Menilai Kesalahan Penyelidikan Fatal dan Berpotensi Menyimpang
Lebih lanjut, dijelaskannya, wilayah yang paling rentan terdampak kemarau biasanya adalah daerah yang bergantung pada air permukaan seperti sungai.
Namun, sejak beroperasinya irigasi Jatigede, dampak penurunan debit air, khususnya di wilayah utara Kabupaten Cirebon, relatif terkendali.
“Sejak adanya Jatigede, penurunan debit tidak terlalu signifikan. Artinya, pelayanan kepada masyarakat masih bisa berjalan normal,” pungkasnya. (den)
