RADARCIREBON.ID – Uji coba sekolah lima hari di Kota Cirebon mulai berjalan. SD Sadagori 1 menjadi salah satu sekolah yang langsung menerapkannya. Jadwal pelajaran berubah. Waktu belajar lebih panjang. Pola kegiatan siswa ikut disesuaikan.
Sejumlah siswa masih berada di lingkungan sekolah saat matahari mulai condong ke barat. Beberapa siswa tampak duduk di ruang kelas mengikuti kegiatan belajar, sementara lainnya bersiap mengikuti kegiatan setelah jam pelajaran.
Di halaman sekolah, aktivitas siswa terlihat cukup ramai. Ada yang berjalan menuju ruang kelas, ada pula yang berkumpul bersama teman-temannya. Situasi itu menunjukkan bahwa kegiatan belajar mengajar (KBM) belum selesai meski waktu sudah melewati tengah hari.
Baca Juga:Tambah Anggaran Rp24,8 Triliun, Usulan Menag untuk Madrasah dan Sekolah KeagamaanPolemik Pembongkaran Jembatan Rel Kalibaru, KAI Koordinasi Internal, Komunikasi dengan Disbudpar Sudah Jalan
Hari itu merupakan hari pertama uji coba penerapan sekolah lima hari di Kota Cirebon. Program tersebut mengubah pola belajar dari sebelumnya enam hari menjadi hanya Senin hingga Jumat.
Kepala SDN Sadagori 1 Kota Cirebon Apriani Dinni SAg MPdI menjelaskan bahwa sekolah sudah melakukan berbagai persiapan sebelum kebijakan tersebut diterapkan. Langkah pertama yang dilakukan adalah menyesuaikan kurikulum dengan pola pembelajaran baru. Kurikulum menjadi dasar utama untuk menyusun jadwal kegiatan belajar siswa.
Setelah kurikulum dianalisis, barulah sekolah menyusun jadwal pembelajaran yang sesuai dengan ketentuan lima hari sekolah. Penyusunan jadwal tersebut tidak dilakukan sendiri oleh sekolah, tetapi juga dikonsultasikan dengan Dinas Pendidikan melalui pengawas bina.
“Penyesuaian jadwal juga memperhitungkan berbagai kegiatan lain di sekolah. Salah satunya adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini menjadi bagian dari aktivitas siswa,” kata Apriani.
Program MBG kemudian dimasukkan ke dalam jadwal kegiatan belajar. Penempatannya berbeda antara kelas rendah dan kelas tinggi. Untuk kelas 1 dan 2, program makan dilakukan pada jam istirahat pertama.
Sementara untuk kelas 3 hingga kelas 6, makan siang dijadwalkan pada waktu istirahat kedua. Dengan pengaturan tersebut, jadwal belajar siswa tetap berjalan, sekaligus memastikan anak-anak mendapatkan waktu makan yang cukup.
Apriani menjelaskan bahwa jam istirahat pertama dimulai pukul 09.20. Untuk kelas 1 dan 2, waktu istirahat berlangsung hingga pukul 10.00 karena digunakan sekaligus untuk kegiatan makan.
