Selanjutnya, Kloter 29-KJT dengan jumlah 52 jamaah dijadwalkan berangkat pada Rabu, 13 Mei 2026 pukul 13.30 WIB. Adapun kloter terakhir, Kloter 39-KJT sebanyak 75 jamaah, akan diberangkatkan pada Senin, 18 Mei 2026 pukul 13.00 WIB. Seluruh jamaah haji tersebut dijadwalkan kembali ke Tanah Air melalui BIJB Kertajati dalam rentang waktu 5 Juni hingga 29 Juni 2026, menyesuaikan dengan jadwal kepulangan masing-masing kloter.
Eman menjelaskan, terdapat sejumlah penyesuaian teknis dalam jadwal keberangkatan tahun ini. Jika pada umumnya jadwal keberangkatan haji banyak dilakukan pada hari Jumat, untuk jamaah asal Majalengka sebagian kloter dijadwalkan pada hari lain, termasuk Senin. Penyesuaian ini dilakukan guna mengoptimalkan kesiapan teknis dan menghindari kepadatan layanan di bandara.
“Penyesuaian ini merupakan bagian dari strategi untuk menjaga kelancaran operasional. Dengan pengaturan jadwal yang lebih fleksibel, diharapkan proses pemberangkatan bisa berjalan lebih tertib dan efisien,” jelasnya.
Baca Juga:Tambah Anggaran Rp24,8 Triliun, Usulan Menag untuk Madrasah dan Sekolah KeagamaanPolemik Pembongkaran Jembatan Rel Kalibaru, KAI Koordinasi Internal, Komunikasi dengan Disbudpar Sudah Jalan
Sementara itu, jumlah jamaah haji asal Majalengka pada tahun 2026 mengalami peningkatan signifikan menjadi 730 orang dibandingkan rencana sebelumnya yang hanya 525 orang. Kenaikan ini menjadi kabar baik bagi masyarakat, khususnya bagi calon jamaah yang telah lama menunggu antrean keberangkatan.
Peningkatan kuota tersebut diharapkan mampu mengurangi daftar tunggu haji di Kabupaten Majalengka, sekaligus memberikan kesempatan lebih luas bagi masyarakat untuk menunaikan rukun Islam kelima.
Untuk mendukung kenyamanan dan kelancaran perjalanan jamaah, Pemerintah Kabupaten Majalengka telah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung. Di antaranya adalah layanan transportasi penuh dari rumah menuju embarkasi hingga kembali ke rumah, sehingga jemaah tidak perlu lagi memikirkan akses perjalanan secara mandiri.
Selain itu, pemerintah daerah juga menyediakan konsumsi selama perjalanan keberangkatan dan kepulangan, guna memastikan kondisi fisik jamaah tetap terjaga. Tidak hanya itu, atribut khusus berupa syal dan rompi identitas juga disiapkan untuk memudahkan koordinasi dan pengawasan selama proses perjalanan.
Fasilitas tersebut diberikan sebagai bentuk pelayanan maksimal kepada jamaah, sekaligus untuk meningkatkan rasa aman dan nyaman selama menjalankan rangkaian ibadah haji. Dengan kesiapan infrastruktur bandara yang memadai serta dukungan penuh dari pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait, diharapkan seluruh proses keberangkatan hingga kepulangan jamaah haji asal Majalengka tahun 2026 berjalan lancar, aman, dan tertib.
