Program MBG Menyesuaikan, Penerapan Sekolah 5 Hari bagi Siswa SD

Ilustrasi Program MBG
Ilustrasi berita Program MBG Menyesuaikan, Penerapan Sekolah 5 Hari bagi Siswa SD
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Penerapan kebijakan lima hari sekolah bagi siswa Sekolah Dasar (SD) mulai diberlakukan. Perubahan jadwal tersebut turut berdampak pada program pendukung kegiatan belajar, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Harjamukti Larangan, Dean Saputra, mengatakan pihaknya menyesuaikan distribusi MBG dengan kebijakan sekolah tanpa kendala berarti.

“Tidak ada kendala. Kami mengikuti alur dan jadwal yang ditetapkan sekolah,” ujar Dean, Selasa (7/4/2026).

Baca Juga:Jaminan Perlindungan Pasukan Perdamaian Kasus Amsal Sitepu Seharusnya Bukan Masalah Hukum

Ia menjelaskan, distribusi MBG untuk tingkat SD kini dilakukan selama lima hari, Senin hingga Jumat, seiring ditiadakannya kegiatan belajar pada Sabtu.

Sementara itu, untuk tingkat Taman Kanak-Kanak (TK), distribusi bersifat fleksibel dan disesuaikan dengan kegiatan di sekolah.

“Untuk TK menyesuaikan. Jika ada kegiatan, kami kirimkan MBG. Jika tidak, maka tidak ada distribusi,” katanya.

Meski kebijakan lima hari sekolah telah diterapkan, pihaknya masih menunggu surat edaran resmi sebagai dasar penguatan prosedur operasional.

“Kami masih menunggu surat edaran resmi dan arahan dari koordinator wilayah,” ujarnya.

Dean menambahkan, distribusi MBG saat ini dilakukan dalam dua sesi sesuai jenjang pendidikan. Untuk siswa SD, makanan dikirim sekitar pukul 09.00 WIB menyesuaikan waktu istirahat pagi. Sementara untuk siswa SMP, distribusi dilakukan sekitar pukul 11.30 WIB untuk kebutuhan makan siang.

Untuk menjaga kualitas makanan, dapur menerapkan dua sesi memasak, yakni sesi pagi untuk siswa SD dan sesi siang untuk siswa SMP.

Baca Juga:Sudah 40 Pesen, Pembangunan Kopdes Merah Putih Cipanas Dikebut Soroti Dugaan Setoran Kasus, Mahfud MD Menilai Kesalahan Penyelidikan Fatal dan Berpotensi Menyimpang 

“Kami menyesuaikan dengan jam istirahat sekolah agar makanan tetap hangat dan aman saat dikonsumsi,” ungkapnya.

Ia menegaskan, penyesuaian tersebut telah dikoordinasikan dengan pihak sekolah guna memastikan distribusi berjalan lancar tanpa mengganggu kegiatan belajar mengajar.

“Meski baru berjalan, kami terus mengevaluasi kebutuhan tiap sekolah agar pengantaran tepat waktu,” pungkasnya. (abd)

0 Komentar