RADARCIREBON.ID – Program uji coba 5 hari sekolah di Kota Cirebon resmi mulai dilaksanakan pada Senin, 6 April 2026.
Kebijakan ini diterapkan untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan menjadi langkah awal penyesuaian dengan kebijakan pendidikan di tingkat pusat.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Kadini SSos MAP menjelaskan bahwa program ini masih dalam tahap uji coba dan akan terus dievaluasi secara berkala sebelum ditetapkan secara permanen.
Baca Juga:Geger Meteor di Lampung, Kilatan Cahaya Ternyata Sampah AntariksaMomen Langka! Astronaut Artemis II Selfie dengan Bumi Pakai Kamera Depan iPhone 17 Pro Max
Pelaksanaan uji coba dilakukan secara serentak di seluruh SD di Kota Cirebon, tercatat sebanyak 25 SD Negeri yang langsung mengikuti program ini sejak hari pertama pelaksanaan.
Sementara itu, sekolah swasta menyesuaikan dengan kebijakan masing-masing.
Program 5 hari sekolah ini sebenarnya bukan hal yang baru karena sebelumnya sudah lebih dulu diterapkan di jenjang SMP dan berjalan selama beberapa tahun terakhir.
Dalam pelaksanaannya, jam pembelajaran disesuaikan agar tetap memenuhi kebutuhan kurikulum.
Kegiatan belajar mengajar (KBM) dimulai pukul 07.00 hingga 14.00 WIB dengan tambahan sekitar satu jam dari jadwal sebelumnya.
Kadini menegaskan bahwa penerapan 5 hari sekolah ini tidak akan mengurangi jam pelajaran bagi siswa.
Kurikulum akan berjalan seperti biasa, hanya saja pengaturannya disesuaikan dengan sistem baru.
Sebelum pelaksanaan, Dinas Pendidikan Kota Cirebon telah mengadakan sosialisasi kepada para guru pada Sabtu, 4 April 2026 terkait kesiapan program ini.
Kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan tenaga pendidik dalam menghadapi perubahan sistem belajar menjadi lima hari dalam seminggu.
Baca Juga:Duduk Perkara Warga Puri Cirebon Lestari Protes dan Minta Tutup TPS KecomberanWarga Puri Cirebon Lestari Protes, Sampah di TPS Kecomberan Tak Diangkut sejak Lebaran
Guru diharapkan dapat menyesuaikan metode pengajaran agar tetap efektif meskipun waktu belajar lebih padat dalam lima hari tersebut.
Program ini masih bersifat uji coba, sehingga akan dilakukan evaluasi secara berkala setiap satu bulan sekali.
Evaluasi tersebut akan melihat apakah sistem 5 hari sekolah ini berdampak pada kegiatan belajar mengajar (KBM), baik dari sisi siswa maupun guru.
“Uji coba akan dilakukan sampai penetapan kebijakan resmi melalui Surat Keputusan (SK) Walikota atau bahkan kemungkinan dihentikan jika dinilai tidak efektif melalui hasil evaluasi.” ujar Ibu Kadini.
Dalam uji coba ini, program makan bergizi gratis (MBG) juga disesuaikan menjadi lima hari, seperti yang sudah diterapkan pada jenjang SMP.
