Polemik Ijazah Memanas, Jusuf Kalla Melaporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri atas Dugaan Penyebaran Hoaks

polemik ijazah Jokowi
LAPOR POLISI: Jusuf Kalla geram atas tudingan mendanai polemik ijazah Jokowi, sebut isu tersebut meresahkan, memecah belah masyarakat, dan mendesak penyelesaian segera. Foto: Rafi adhi/disway 
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla, meluapkan kemarahannya setelah dituduh mendanai polemik ijazah Presiden Joko Widodo yang disebut palsu oleh sejumlah pihak.

Tuduhan tersebut dinilai tidak berdasar dan justru menyeret namanya ke dalam persoalan yang berkepanjangan tanpa kejelasan penyelesaian.

Ia mengaku heran mengapa polemik yang telah berlangsung lama itu tak kunjung menemukan titik akhir. Menurutnya, isu tersebut bukan hanya meresahkan masyarakat, tetapi juga merugikan banyak pihak, termasuk dirinya yang ikut terseret tanpa alasan jelas. Kalla menilai waktu dan energi yang terbuang akibat polemik ini sangat besar.

Baca Juga:Musrenbang 2027, Pemkab Cirebon Fokus Ekonomi hingga InfrastrukturMasjid Ramah Pemudik Berhasil Layani Jutaan Orang

Jusuf Kalla melaporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri atas dugaan penyebaran hoaks. Laporan tersebut berkaitan dengan narasi yang menyebut dirinya mendanai Roy Suryo dalam polemik ijazah Jokowi. Kalla merasa dirugikan secara langsung oleh tudingan tersebut, baik dari sisi reputasi maupun waktu yang terpakai untuk menghadapi persoalan itu.

“Meresahkan masyarakat, merugikan waktu, merugikan Pak Jokowi, merugikan semua, puluhan miliar uang habis untuk apakah itu pengacara, apakah itu seperti saya ini, waktu saya hilang, dilibatkan,” ungkap Jusuf Kalla kepada wartawan, Rabu (8/4/2026).

Menurutnya, polemik ini tidak hanya berdampak secara materiil, tetapi juga memicu perpecahan di tengah masyarakat. Perdebatan yang terus berlangsung di ruang publik, termasuk di media televisi, dinilai memperuncing perbedaan pendapat hingga mengganggu keharmonisan sosial. Ia menyoroti bagaimana isu tersebut berkembang menjadi konflik berkepanjangan yang menguras emosi publik.

“Waktu kita habis, biaya ongkosnya mahal, dan terjadi perpecahan di masyarakat. Pro kontra kan perpecahan, mati-matian di TV. Itu sifat nasional kita terganggu dengan cara itu,” terangnya.

Kalla menegaskan bahwa persoalan ini sebenarnya bisa diselesaikan dengan cara sederhana. Ia meyakini bahwa Presiden Joko Widodo memiliki ijazah asli, sehingga polemik seharusnya tidak perlu berlarut-larut. Menurutnya, langkah paling efektif adalah dengan menunjukkan dokumen tersebut kepada publik agar spekulasi dapat dihentikan.

“Sebenarnya sederhana persoalannya, karena saya yakin Pak Jokowi bahwa punya ijazah asli. Ya sebenarnya kita setop lah ini perkara dengan cara tinggal Pak Jokowi memperlihatkan ijazahnya yang asli,” ujarnya.

0 Komentar