RADARCIREBON.ID – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon memastikan bahwa seluruh pegawainya tetap Work From Office (WFO) dan tidak menerapkan Work From Home (WFH).
Penegasan itu disampaikan oleh Sekretaris Disdik Kota Cirebon, Handi Sogiyanto, saat ditemui oleh radarcirebon.id di Kantor Disdik Kota Cirebon.
“Untuk bidang pendidikan sendiri, kita tidak menerapkan work from home. Kita tetap masuk seperti biasa, kita work from office, jadi kita tetap melakukan pelayanan di kantor,” ujar Handi.
Baca Juga:Geger Meteor di Lampung, Kilatan Cahaya Ternyata Sampah AntariksaMomen Langka! Astronaut Artemis II Selfie dengan Bumi Pakai Kamera Depan iPhone 17 Pro Max
Kebijakan WFO tersebut diambil karena Disdik termasuk instansi kategori pelayanan yang tidak melaksanakan WFH agar kualitas layanan ke masyarakat tetap terjaga.
Handi menjelaskan bahwa total pegawai Disdik Kota Cirebon mencapai 200 orang. Rinciannya, 160 Aparatur Sipil Negara (ASN) dan 40 pegawai non-ASN.
Ketentuan WFO ini berlaku secara menyeluruh, termasuk untuk level Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) dan koordinator wilayah (korwil).
Jenis pelayanan yang ditangani Disdik pun cukup beragam. Pertama, pelayanan izin pimpinan dan izin lembaga untuk sekolah-sekolah yang membutuhkan.
Kedua, konsultasi terkait permasalahan di sekolah. Ketiga, layanan langsung ke masyarakat seperti legalisir ijazah, pengurusan ijazah hilang, hingga aktivitas administrasi pendidikan lainnya.
“Intinya walaupun sistem WFH mulai diterapkan, kita tetap memberikan pelayanan ke sekolah, juga masyarakat,” kata Handi.
Meski seluruh pegawai WFO dan pelayanan dibuka penuh, Handi memastikan tidak ada komplain dari masyarakat.
Baca Juga:Duduk Perkara Warga Puri Cirebon Lestari Protes dan Minta Tutup TPS KecomberanWarga Puri Cirebon Lestari Protes, Sampah di TPS Kecomberan Tak Diangkut sejak Lebaran
“Kita tiap hari ada pelayanan dan tidak ada komplain dari masyarakat,” ucapnya.
Setiap hari Disdik rata-rata melayani 8 hingga 10 orang. Namun saat ramai, jumlahnya bisa mencapai 20 orang.
Khusus hari ini, 10 April 2026, tercatat sudah ada 12 warga yang datang dan dilayani langsung di kantor.
Layanan yang paling banyak diakses masyarakat adalah legalisir ijazah dan pengurusan ijazah hilang.
Selain itu, banyak sekolah yang datang untuk konsultasi maupun mengurus izin kegiatan dan kelembagaan.
Dengan memberlakukan WFO penuh bagi 200 pegawai, Disdik Kota Cirebon berkomitmen menjaga standar pelayanan publik.
Langkah ini diambil agar urusan pendidikan, baik dari pihak sekolah maupun warga, bisa ditangani cepat tanpa hambatan.
