RADARCIREBON.ID – Di tengah kebijakan Work From Home (WFH) yang mulai diberlakukan pekan ini, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Cirebon memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal tanpa menerapkan Work From Home (WFH).
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Disdukcapil, Andi Armawan, saat ditemui di kantor Disdukcapil.
“Untuk pelayanan Disdukcapil, kami tidak memberlakukan WFH. Artinya kami tetap melaksanakan tugas rutin pelayanan pada masyarakat,” tegas Andi.
Baca Juga:Geger Meteor di Lampung, Kilatan Cahaya Ternyata Sampah AntariksaMomen Langka! Astronaut Artemis II Selfie dengan Bumi Pakai Kamera Depan iPhone 17 Pro Max
Kebijakan ini sesuai arahan pimpinan bahwa pelayanan publik tidak di-WFH-kan, sekaligus menjaga konsistensi layanan dokumen kependudukan yang menjadi kebutuhan dasar warga.
Meski tidak WFH, Disdukcapil tetap berkomitmen pada efisiensi energi. Andi menjelaskan, sejak awal pihaknya sudah melakukan briefing dengan staf untuk mengatur penggunaan listrik dan air.
AC di ruang kerja staf dinyalakan mulai pukul 09.00 atau 10.00 saat suhu ruangan mulai panas. Namun, khusus di ruang pelayanan masyarakat, AC tetap dinyalakan penuh.
“Bagaimanapun kita berikan pelayanan pada masyarakat, jadi kenyamanan harus diutamakan,” ujarnya.
Pengecekan kran air dan lampu oleh Satpam juga rutin dilakukan. Menurutnya, upaya serupa di SKPD lain selama setengah tahun terakhir terbukti menurunkan konsumsi energi.
Terkait teknis pelayanan, Disdukcapil membagikan 100 kartu antrean setiap hari di kantor pusat dan 20 kartu di Mal Pelayanan Publik (MPP).
Hasil pantauan hingga siang ini, tingkat komplain masyarakat tercatat nol. “Alhamdulillah kami sudah pantau dan sudah laporkan ke Bapak Wali Kota, Ibu Wakil, dan Pak Sekda. Tingkat komplain zero. Itu yang diharapkan,” kata Andi.
Baca Juga:Duduk Perkara Warga Puri Cirebon Lestari Protes dan Minta Tutup TPS KecomberanWarga Puri Cirebon Lestari Protes, Sampah di TPS Kecomberan Tak Diangkut sejak Lebaran
Meski begitu, evaluasi tetap dilakukan. Masyarakat di MPP mengusulkan agar jumlah antrean ditambah. Menanggapi hal itu, Andi menyatakan akan segera briefing dengan pimpinan untuk menambah kuota antrean.
“Tidak banyak dulu karena kami juga melihat kapasitas pencetakan di dalam. Target kami, program selesai dalam satu jam bisa terwujud beberapa hari ke depan,” jelasnya.
Untuk meningkatkan kenyamanan, Disdukcapil juga akan memperbarui area bermain anak di ruang tunggu. Mainan yang sudah lama atau usang akan diganti dengan yang baru, termasuk mainan pribadi milik pegawai yang sudah tidak terpakai.
