Perjalanan Dewaruci kemudian melampaui perairan Indonesia. Kapal ini tercatat dua kali mengelilingi dunia, yakni pada 1964 dan 2012. Pelayarannya juga menjangkau berbagai kawasan, mulai dari Asia hingga Eropa dan Amerika.
Salah satu perjalanan panjangnya berlangsung pada 2007. Saat itu, Dewaruci menempuh pelayaran dari Amerika menuju Indonesia selama hampir empat setengah bulan dengan melintasi Samudra Atlantik dan Pasifik.
Perjalanan tersebut menggambarkan tantangan pelayaran jarak jauh yang membutuhkan ketahanan kapal dan awaknya. Samudra luas menjadi lintasan, sementara berbulan-bulan berada di laut menuntut disiplin, ketangguhan, dan kemampuan navigasi.
Baca Juga:Pemkot Cirebon Verifikasi 3 Gerai KDMP, Jadwal Buka Masih Tunggu Pemerintah PusatWarga Indramayu Antre Sejak Pagi, Gerakan Pangan Murah Tawarkan Beras hingga Telur Harga Terjangkau
Komandan KRI Dewaruci, Letkol Laut (P) Nana Masihna, menjelaskan bahwa kehadiran KRI Bima Suci pada 2017 tidak menghentikan pengabdian Dewaruci. Meski peran sebagai kapal latih utama telah dilanjutkan oleh kapal yang lebih baru, Dewaruci tetap dimanfaatkan untuk kegiatan latihan dan misi kebudayaan.
Dewaruci juga pernah membawa perwakilan dari berbagai provinsi untuk memperkenalkan budaya Indonesia di negara-negara yang disinggahi. Kapal ini menjadi salah satu sarana diplomasi budaya untuk memperkenalkan kekayaan Nusantara kepada masyarakat internasional.
Pada 2023–2024, Dewaruci kembali terlibat dalam program Muhibah Jalur Rempah. Pelayaran tersebut memperkuat kaitan kapal ini dengan sejarah maritim Indonesia, ketika jalur laut menjadi penghubung perdagangan, kebudayaan, dan interaksi antarmasyarakat.
Nilai sejarahnya semakin kuat setelah KRI Dewaruci ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional pada 2023. Status tersebut menegaskan bahwa kapal ini bukan sekadar aset militer, melainkan juga bagian dari warisan sejarah yang perlu dilestarikan.
Meski usianya tidak lagi muda, perawatan terus dilakukan untuk menjaga kondisi kapal. Sejumlah material telah diganti guna menunjang pemeliharaan, tetapi beberapa bagian asli tetap dipertahankan, termasuk tiang tengah yang berasal dari galangan pembuatnya.
Pembinaan kapal terus dilakukan oleh TNI AL bersama kementerian terkait. Sejak awal 2026, pembinaan KRI Dewaruci beralih dari Armada II yang berpusat di Surabaya ke Armada I di Jakarta. Perubahan tersebut turut mendekatkan jangkauan pelayaran kapal ke Cirebon.
Kehadiran Dewaruci di Pelabuhan Cirebon juga dimanfaatkan untuk memperkuat komunikasi antarlembaga. Pada Rabu (14/10/2026), ruang salon kapal menjadi lokasi kegiatan coffee morning dan silaturahmi bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Cirebon.
